MPR RI Bersama Pemkab Berau, Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

 

TANJUNG REDEB – MPR RI sebagai lembaga tertinggi negara, terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan.

Empat Pilar kebangsaan dimaksud, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, Ketetapan MPR bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan konsensus yang harus dijunjung tinggi, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, kekayaan bangsa, serta modal dan semangat pemersatu bangsa

Untuk itulah, generasi muda pasca reformasi perlu terus menerus diberikan pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan, sehingga untuk menghadapi masa depan bangsa ini akan lebih tegak dan kokoh dalam berbangsa dan bernegara menuju cita-cita proklamasi.

Dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Empat Pilar Kebangsaan ini, Pemerintah Kabupaten Berau bekerjasama dengan MPR RI mengelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di ruang Kakaban Kantor Bupati, Senin (27/11/2017).

Anggota badan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Hadi Mulyadi menjadi narasumber dalam sosialisasi yang diikuti aparatur kecamatan, aparatur kampung, serta tokoh masayarakat. Selain itu, dihadiri Bupati Berau Muharram, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Jonie Marhansyah.

Bupati Berau Muharram, mengapresiasi dan menyambut baik sosialisasi Empat Pilar sebab sangat penting untuk dipahami dan dimengerti secara benar oleh seluruh warga negara Republik Indonesia. Kegiatan sosialisasi ini, disampaikan Bupati Muharram, merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermakna untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apalagi, dalam 10 tahun terakhir ini, dikatakan Bupati Muharram, isu tentang pemikiran ekstrim kiri dan ekstrim kanan, telah bermunculan. Keinginan negara kita, agar ekstrim kiri dan ekstrim kanan ini, bertemu di satu titik tengah yang bisa cocok dan sesuai dengan kondisi NKRI.

“Mempertemukan kedua ekstrim inilah, maka diperlukannya sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara. Empat pilar ini merupakan gagasan atau nilai-nilai dasar bernegara yang dicetuskan Founding Fathers (Bapak Bangsa) kita dan juga para ulama-ulama dan tokoh-tokoh Negara kita yang sudah berpikir begitu jauh, sehingga Negara ini bisa berlangsung dengan baik hingga saat ini,” tuturnya.

 

Bupati Muharram menegaskan, keinginan Kabupaten Berau sesungguhnya sama dengan yang dipikirkan oleh Founding Fathers maupun MPR RI, yakni agar empat pilar berbangsa dan bernegara dapat tertular secara masif.

“Untuk itu, kami berharap yang hadir pada kegiatan ini tidak sebatas menerima apa yang disampaikan oleh narasumber, tetapi juga disosialisakan kepada masyarakat agar dapat tercapai target yang diinginkan Negara kita, bahwa Negara kita paham dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai empat pilar ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Hadi Mulyadi yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera asal Kaltim, mengungkapkan, ada banyak yang hal yang harus diperhatikan demi membangun dan menjaga keutuhan NKRI, terutama dalam perkembangan dan jiwa nasionalisme generasi muda sebagai penerus pembangunan dan bangsa Indonesia, dalam mengatasi masalah disintegrasi bangsa.

“Kalau kita tidak memperhatikan dan memberikan perhatian serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa ini, tidak mustahil, nanti akan lahir generasi anak-anak kita yang kemudian mengubah undang-undang dan mereka akan memecah bangsa kita ini. Ini harus kita waspadai, karena kalau tidak kita waspadai, sekarang memang kita merdeka dan masih bersatu, tetapi bibit-bibit perpecahan itu harus kita waspadai, seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Republik Maluku Selatan (RMS) hingga Organisasi Papua Merdeka (OPM),” tandasnya.(advertorial/Miko Gusti Nanda/bnc)