Digagas Bupati, TRC Sudah Tangani Ratusan Titik Jalan Rusak

 

TANJUNG REDEB - Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dibentuk Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), benar-benar bergerak cepat sebagaimana namanya. Bagaimana tidak, TRC yang baru dikukuhkan Bupati Berau, Muharram sekaligus penggagas TRC, Senin (16/10/2017) lalu itu, hingga kini sudah menangani ratusan perbaikan jalan rusak dan berlubang dalam kota.

Terbaru, TRC kembali bergerak cepat menangani jalan berlubang di Jembatan Sambaliung, Senin (27/11/2017). Meski jembatan tersebut diketahui milik Pemerintah Provinsi Kaltim, tak lantas menyurutkan langkah TRC untuk segera melakukan penanganan.

“Perbaikan jalan di Jembatan Sambaliung ini, tidak bisa kita mengharapkan dan atau menunggu pihak Provinsi Kaltim. Sebab, perbaikan ini sifatnya mendesak dan prioritas, demi keselamatan pengguna jalan,” tegas Sekretaris DPUTR Berau Rahmad melalui Koordinator Lapangan TRC, Bahrul yang ditemui beraunews.com di lokasi kegiatan.

BACA JUGA : Tim Reaksi Cepat Diapresiasi Fraksi PAN DPRD Berau

 

Bahkan, dikatakan Bahrul, perbaikan jalan di Jembatan Sambaliung dalam sebulan terakhir ini, sudah 2 kali diperbaiki TRC. Dimana, saat perbaikan pertama bulan lalu, belum ada lubang yang saat ini ditangani pihaknya.

“Kami dapat laporan dari masyarakat, jika jalan di jembatan Sambaliung terdapat lubang lain lagi. Setelah kami cek, laporan itu benar, dan segera kita lakukan penanganan di 2 titik jalan berlubang di Sambaliung,” ujarnya. 

Terkait sudah berapa banyak titik jalan yang ditangani TRC sejak dikukuhkan Bupati Berau Muharram, Bahrul mengaku sudah ratusan titik jalan yang berhasil ditangani pihaknya.

 

“Sangking banyaknya, kami lupa berapa ratus angka pasti jalan yang sudah kami tangani. Yang jelas hingga saat ini, kami sudah menghabiskan 200 ton aspal dingin,” tandasnya.

Untuk diketahui, TRC memiliki 26 orang anggota, didukung oleh 6 UPTD dengan personel sebanyak 160 orang. TRC akan melakukan peninjauan, evaluasi dan melakukan perbaikan jalan rusak dan berlubang, kurang dari 24 jam. Meski demikian, pengerjaan yang dilakukan tidak asal-asalan, tapi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).(advertorial/bnc)