Bahayakan Kesehatan Hingga Penyebab Kematian, Pemkab Berau Deklarasikan Kawasan Tanpa Rokok

 

TANJUNG REDEB – Lebih dari 7.000 bahan kimia telah terindentifikasi pada asap rokok. Bahkan, 250 senyawa yang terkandung dalam asap rokok, adalah racun dari karsinogenik (zat penyebab penyakit kanker). Mengingat, betapa berbahayanya asap rokok bagi kesehatan, hingga menyebabkan kematian, maka Pemerintah Kabupaten Berau mendeklarasikan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), di halaman Kantor Bupati Berau, Jumat (24/11/2017).

Deklarasi KTR yang masih merupakan rangkaian peluncuran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan HUT ke-46 Korpri itu, diawali dengan jalan sehat dan senam bersama yang dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Jonie Marhansyah. Turut hadir Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta instansi terkait di Kabupaten Berau.

Sekkab Berau, Jonie Marhansyah, dalam sambutannya menegaskan, jika tidak ada batas aman bagi paparan asap rokok. Apalagi, racun yang dikandung asap rokok, jika masuk ke dalam tubuh, secara kumulatif akan tersimpan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karenanya, semua orang berhak dilindungi dari paparan asap rokok orang lain.

Salah satu upaya efektif untuk melindungi masyarakat dari asap rokok orang lain, dikatakan Jonie Marhansyah, adalah melalui penerapan KTR. Penerapan KTR memungkinkan masyarakat untuk dapat menikmati udara bersih, sehat, serta terhindar dari berbagai resiko yang merugikan kesehatan dan kehidupan.

“KTR merupakan area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan atau mempromosikan produk tembakau. Oleh karena itu, semua tempat yang telah ditetapkan sebagai KTR, harus bebas dari asap rokok, penjualan, produksi, promosi dan sponsor rokok,” tegasnya.

 

Jonie Marhansyah memaparkan, pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, telah mewajibkan pemerintah daerah untuk menetapkan KTR di wilayahnya masing-masing, melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Alhamdulillah Pemkab Berau bersama DPRD Berau telah menetapkan Perda Nomor 6/2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. KTR ini, meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkatan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang telah ditetapkan,” jelasnya.

KTR, tambah Jonie Marhansyah, merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, DPRD maupun Pemerintah Daerah, untuk melindungi generasi sekarang maupun yang akan datang, dari bahaya asap rokok.

“Oleh karena itu diperlukan komitmen bersama dari semua lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat dalam menerapkan KTR ini,” tandasnya.

 

Dalam rangkaian Deklarasi KTR dan HUT ke-46 Korpri tersebut, juga digelar bazar buah dan sayur, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, juga undian doorprize bagi peserta yang beruntung mulai dari hadiah hiburan, hingga hadiah utama satu unit sepeda motor.(Miko Gusti Nanda/bnc)