Menuju Kabupaten Berau Sehat, Pemkab Luncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau secara resmi meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), di Ruang Sangalaki Kantor Bupati Berau, Kamis (23/11/2017). Peluncuran Germas dilakukan Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setkab Berau, Mansyah Kelana mewakili Bupati Berau, Muharram.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setkab Berau, Mansyah Kelana, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Rini Retno Sukesi dan Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto.

Selain itu, dilakukan penandatangannya Memorandum of Understanding dari 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi serta organisasi terkait dalam mendukung pencapaian Germas menuju Kabupaten Berau Sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Rini Retno Sukesi dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Germas merupakan program nasional yang ditetapkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2017, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur (Pergub) ditingkat provinsi dan dengan Peraturan Bupati (Perbup) ditingkat kabupaten.

Selain itu, dikatakan Rini, Germas tak hanya dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, namun kegiatan ini juga ada di 18 organisasi lain yang terkait, dimana dalam pelaksanaannya sama-sama bertanggung jawab bersama sesuai fungsinya masing-masing.

“Gerakan ini dilakukan bersama-sama guna mengajak masyarakat untuk hidup sehat, dan semua dimulai dari keluarga sebagai kelompok terkecil di masyarakat,” imbuhnya.

Germas merupakan upaya promotif dan preventif untuk mengurangi jumlah penderita sakit, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif dengan melibatkan seluruh masyarakat dalam mengembangkan paradigma hidup sehat. Apalagi, lanjut Rini, jumlah penderita Penyakit Tidak Menular (PTM) setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Sedangkan, pemicu PTM sendiri, mayoritas karena perilaku hidup masyarakat yang tidak sehat. Contohnya, mengkonsumsi makanan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktifitas fisik, merokok dan gaya hidup tidak sehat lainnya.

“Dengan Germas, masyarakat diajak melakukan beberapa langkah dimana pada tahap awal ada tiga langkah sederhana yang perlu dilakukan, yaitu melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari, mengkonsumsi buah dan sayur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin minimal enam bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit,” jelasnya.

 

Sementara itu, Asisten II Setkab Berau, Mansyah kelana yang membacakan sambutan Bupati Berau, Muharram, mengapresiasi peluncuran Germas seiring Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tahun 2017 yang mengusung tema ‘’Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku’’. Dimana, tema tersebut sejalan dengan program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga. Apalagi, keluarga menjadi awal untuk mendorong masyarakat yang mandiri untuk dapat hidup sehat.

Mansyah berharap, seluruh stakeholder yang terlibat dalam Germas, dapat melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing untuk mewujudkan masyarakat Berau yang berprilaku hidup bersih dan sehat, sehingga terbentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul sebagai pondasi bangsa Indonesia yang kuat.

“Germas adalah ikatan sistematis yang terencana dengan dilakukan bersama seluruh komponen bangsa dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya.

 

Melalui peluncuran Germas, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto berharap, agar paradigma masyarakat dapat diubah. Maksudnya, fasilitas kesehatan menurut pikiran masyarakat, merupakan tempat untuk mengobati yang sakit, harus diubah menjadi tempat konsultasi kesehatan.

“Artinya, Germas kita canangkan demi terwujudnya masyarakat Berau yang sehat dan mandiri, menuju Kabupaten Berau sehat,” tandasnya.

Dalam peluncuran Germas itu sendiri selain dilakukan pembentukan Forum Kabupaten Sehat, juga dilakukan sosialisasi Germas dan pemberian penghargaan kepada Kampung Bena Baru atas prestasinya sebagai kampung bebas dari buang air besar sembarangan.(Miko Gusti Nanda/bnc)