PDAM Tirta Segah Butuh 3,25 MW Listrik Operasikan IPA Raja Alam II

 

TANJUNG REDEB – Proyek pengembangan sistem pengelolaan air minum perkotaan tahap IV atau yang dikenal dengan nama proyek peningkatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) 400 liter/detik atau IPA Raja Alam II, sudah mulai dikerjakan PT Bukidalam Barisani selaku pemenang lelang pada Agustus 2017 lalu. Kontraktor asal Surabaya itu memenangkan lelang dengan nilai kontrak Rp56,71 miliar.

Guna menunjang pengoperasian IPA 400 liter/detik tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah telah mengirimkan surat kepada PT PLN Area Berau perihal dukungan penambahan daya listrik sebesar 2.000 Kilo Volt Ampere (kVa) atau 2 Megawatt (MW) pada tahun 2018 mendatang.

Surat itupun telah ditembuskan kepada Bupati Berau, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kepala DPUTR, Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Segah dan Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau. Hal tersebut disampaikan Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi kepada beraunews.com, Jumat (03/11/2017).

Dikatakannya, penambahan daya pada IPA yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Berau ini, mendesak dilakukan, seiring akan segera rampungnya pekerjaan IPA.

“Kebutuhan daya berdasarkan estimasi kontraktor pelaksana saat presentasi di DPUTR, sekitar 2 bulan yang lalu, adalah sebesar 2.000 kVa atau 2 MW,” bebernya.

Namun, dikatakan Adief, surat yang telah dikirim pihaknya tersebut, bakal segera direvisi. Pasalnya, setelah dilakukan pengecekan bersama antara PDAM, PT PLN dan kontraktor pelaksana, Kamis (02/11/2017) kemarin, ternyata kebutuhan real IPA sebesar 3.250 kVa atau 3,25 MW.

“Tadi Kepala Sub Bagian Produksi PDAM Tirta Segah, Asra Samsut bersama PT PLN dan kontraktor melakukan pengecekan kondisi real kebutuhan listrik untuk IPA Raja Alam II, hasilnya kebutuhan realnya bukan 2 MW, melainkan 3,25 MW,” ungkapnya.

Kebutuhan listrik sebesar itu, lanjut Adief, akan digunakan untuk menjalankan IPA sebesar 2.500 kVA serta 750 kVa untuk menjalankan instalasi intek.

“Kami berharap PT PLN dapat mengakomodir kebutuhan listrik IPA tersebut, sehingga IPA Raja Alam II sudah tersuplai daya listrik PLN sebelum tahun 2018,” harapnya.(bnc)