Hujan Menambah Endapan Lumpur dan Air Keruh, Tak Pengaruhi Proses Pengurasan

 

TANJUNG REDEB – Pengurasan total Instalasi Pengolahan Air (IPA) oleh PDAM Tirta Segah yang dilakukan sejak dua pekan terakhir, guna membersihkan endapan lumpur yang mengendap, baik di dinding penampungan maupun penyaringan. Lantas, bagaimana dengan hujan yang intensitasnya cukup sering, dengan adanya proses pengurasan total ini?

Dikatakan Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi, curah hujan yang turun cukup sering beberapa hari ini tidak terlalu mempengaruhi proses pembersihan IPA.

BACA JUGA : Komitmen Terus Jaga Kualitas Air PDAM, Giliran IPA Raja Alam Dibersihkan

"Hujan yang deras sekalipun tidak akan mempengaruhi atau bahkan menghentikan proses pengurasan, ini karena katup intake atau pipa sedotnya kami tutup pada saat proses pengurasan," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (28/07/2017).

 

Dijelaskan Adief, meskipun katup dibuka, tak lantas air yang disedot oleh pompa pengisap langsung keruh. Pasalnya, setelah hujan turun, air sungai yang akan disedot memiliki rentang waktu kurang lebih 2-3 jam, hingga akhirnya menjadi keruh.

"Ya kan air hujan tidak langsung mengobrak abrik endapan lumpur yang ada di sungai, jadi kita masih ada waktu untuk mempersiapkan bak penampungan pengolahan air, sebelum katup penyedot dibuka kembali. Kalaupun air yang diterima pelanggan kondisinya keruh, ya harap dimaklumi, apalagi kalau hujan sedang deras," imbuhnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, curah hujan yang lumayan cukup sering, juga menjadi penyebab semakin cepatnya lumpur mengendap di bak penampungan maupun di penyaringan.

"Kalau hujan, pasti airnya bakal keruh. Tetapi untuk pembersihan IPA tidak langsung berpengaruh," tutupnya.(bnc)