IPA Perlu Dibersihkan, Aliran Air PDAM Bakal Mati 2 Hari

 

TANJUNG REDEB – Pekan depan, warga Tanjung Redeb harus bersiap tidak dapat menikmati aliran air bersih dari PDAM Tirta Segah, lantaran pendistribusian air dimatikan sementara.

Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengatakan, kondisi mati air ini dikarenakan aktivitas pembersihan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Singkuang. Rencana pembersihan ini akan dilakukan selama 2 hari, yakni Rabu (26/07/2017) hingga Kamis (27/07/2017).

"Pembersihan ini diantaranya pengurasan endapan lumpur, penggantian media filter, perbaikan reservoir (kolam penyimpan atau pembendungan sungai yang bertujuan untuk menyimpan air-red) pada IPA serta perbaikan pada instalasi penyadapan air baku (intake-red),” jelasnya.

Pengurasan endapan lumpur perlu dilakukan lantaran bak-bak pengendapan yang telah dipenuhi lumpur, yang bisa menyebabkan terhambatnya proses pengolahan air. Sementara, penggantian media filter dilakukan lantaran kondisinya yang makin jenuh dan memadat.

Tak hanya itu, guna memaksimalkan pengolahan setelah proses pengurasan dan penggantian filter, pagar penahan sampah pada sumber air baku (screen intake) juga dilakukan perbaikan.

“Hal ini harus segera dilakukan, mengingat kondisi filter dan pagar penahan juga menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan penurunan kemampuan pengolahan air serta menurunnya kualitas (kejernihan-red) air,” tuturnya.

Menurut jadwal yang dilakukan selama 2 hari tersebut, pengurasan dimulai dari jam 8.00 Wita hingga 18.00 Wita, beberapa daerah akan mengalami mati air, yakni Murjani 3 dan sekitarnya, Murjani 2 dan sekitarnya, Gunung Panjang, Pulau Panjang, Teuku Umar, dan daerah Dermaga.

“Kami harapkan, pelanggan PDAM Tirta Segah dapat mengantisipasi kondisi mati air ini dengan mempersiapkan dan mengisi tangki penampungan air minimal untuk kebutuhan 2 hari,” tutupnya.(bnc)