Gunakan Model Terbaru, Meteran Air di Berau Aman dari Pencurian

TANJUNG REDEB – Terjadinya kehilangan meteran air di beberapa kota di Kaltim seperti di Balikpapan dan Samarinda beberapa waktu lalu, tidak akan berdampak di Kabupaten Berau.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi. Dikatakannya, untuk Berau termasuk aman dari pencurian meteran air ini, lantaran untuk meteran airnya sendiri merupakan model terbaru yang lebih ringan.

"Kalau yang kasus pencurian meteran air di Balikpapan itu karena meteran airnya masih menggunakan model lama, dimana kandungan tembaganya cukup tinggi, dan beratnya pun lumayan," ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (31/05/2017).

Karena kandungan tembaga inilah, dikatakan Adief, menjadi ladang menggiurkan bagi oknum yang melakukan pencurian, lantaran jika dihancurkan dan dijual, harga rupiah meteran air ini cukup tinggi.

"Tembaganya itulah yang diincar oknum pencurinya untuk dijual, kalau dirupiahkan kan lumayan," imbuhnya.

Sedangkan untuk di Kabupaten Berau, lanjut Adief, sudah menggunakan model terbaru sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), dimana meteran air tersebut dibuat dengan campuran berbagai macam, bukan hanya tembaga.

"Model baru ini bahan baku pembuatan meterannya sudah campur, kandungan tembaganya sedikit, dan cenderung lebih ringan, sehingga kalaupun mau dicuri, dihancurkan untuk diuangkan juga tidak seberapa hasilnya," bebernya.

Sampai saat ia menjabat sebagai Direktur PDAM Tirta Segah, diakui Adief belum pernah ada laporan kasus pencurian meteran air. Ini karena penggunaan model baru pada meteran air di Berau, yang kurang menarik bagi oknum pencuri.(bnc)