Debit Air PDAM Menurun, Ini Loh Penyebabnya

TANJUNG REDEB - Jumlah debit air PDAM Tirta Segag yang menurun beberapa hari ini, ternyata sudah diketahui Bupati Berau, Muharram. Bahkan, postingan berisi penjelasan terkait hal ini, juga diupload oleh akun milik Bupati yakni Muharram Supu.

Dalam postingan tersebut, dijelaskan mengapa sampai debit air yang sampai di rumah pelanggan PDAM Tirta Segah tidak seperti biasanya, yakni dikarenakan adanya penyumbatan pada pipa isap yang ada di Rinding.

Hal ini juga dibenarkan oleh Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi, ketika dihubungi  beraunews.com via telpon, Rabu (17/05/2017).

"Memang kondisi pipa isap yang ada di Rinding tersumbat oleh daun pisang dan karung, dimana sampah tersebut terbawa oleh aliran sungai Segah, sehingga air yang masuk melalui pipa tersebut tidak bisa maksimal. Tetapi untuk masalah ini sudah kami atasi secara bertahap, dengan melakukan pembersihan sampah yang masuk ke dalam pipa isap, dan mulai kemarin (Selasa) debit air yang masuk ke rumah-rumah pelanggan, sudah mulai berangsur normal lagi," terangnya.

Untuk asal muasal sampah karung dan daun pisang tersebut, belum jelas darimana lantaran bisa saja itu merupakan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai, kemudian terbawa arus sungai hingga masuk ke dalam pipa.

 

Diakui Adief, untuk pipa isap di Rinding memang masih menggunakan pipa desain lama, yang tanpa menggunakan penyaringan, jadi air dari sungai bisa langsung masuk ke pipa. Guna menghindari kejadian yang sama terulang lagi, pihak PDAM akan memasang pipa isap desain baru, yang dilengkapi dengan alat penyaring sebanyak 2 lapis.

"Penyaringnya terdiri dari 2 lapis. Satu khusus untuk menyaring pasir, serpihan baja besi yang ikut tersedot masuk ke pipa, sedangkan lapisan satunya untuk menyaring sampah-sampah yang terbawa aliran sungai seperti sampag rumah tangga, plastik dan sejenisnya," ungkapnya.

 

Senada dengan harapan Bupati Berau yang diposting di sosial media, Adief juga mengimbau agar masyarakat Berau bisa lebih bijak lagi, tidak membuang sampah ke sungai, sehingga air sungai yang digunakan sebagai air baku, tidak tercemar, dan kejadian penyumbatan pipa juga tidak terjadi lagi.(bnc)