Kerusakan Belum Jelas Tanggung Jawab Siapa, PDAM Tunda Serah Terima

 

TALISAYAN – Banyaknya kerusakan jaringan IPA di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, telah disampaikan Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi ke Pemerintah Kecamatan Talisayan dan sejumlah pemerintah kampung yang akan memanfaatkan IPA tersebut.

Saat melakukan pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa Adief mengatakan, banyak jaringan IPA yang berada di tiga kampung mengalami kerusakan. Baik jaringan pipa yang ada di Kampung Talisayan, Dumaring, maupun Kampung Capuak yang disebabkan oleh alat berat dari kegiatan masing-masing kampung. Dengan kondisi jaringan tersebut, jelas sangat mempengaruhi ketika IPA tersebut dioperasikan.

“Kita sampaikan ke mereka, hasil kunjungan kita yang banyak menemukan jaringan pipa yang rusak akibat alat berat dari kegiatan yang dilakukan pemerintah kampung setempat. Karena, kalau kondisinya masih tetap rusak seperti itu, akan sangat sulit untuk mengoperasikan IPA itu,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Kamis (11/05/2017).

Ketika ditanya, siapa yang akan mengambil tanggung jawab kerusakan jaringan tersebut? Adief mengatakan, hal tersebut masih harus dibicarakan antara pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Berau, pihak kecamatan, dan pemerintah kampung masing-masing.

“Karena tidak mungkin dibebankan ke PDAM. Kita tidak ada anggaran untuk itu,” jelasnya.

BACA JUGA : Mei ini, IPA Wilayah Pesisir Selatan Berau Diserah Terimakan

Di sisi lain, terkait serah terima antara pihaknya dengan pihak DPUTR, sejauh ini masih tahap proses. Dan menurutnya, hal tersebut sudah tidak menjadi masalah. Namun, sebelum serah terima dilakukan, semua kerusakan yang ada di lapangan akan disampaikan ke DPUTR terkait bagaimana statusnya.

 

Disamping itu, pihaknya juga saat ini tengah merumuskan hasil kunjungan ke IPA tersebut, mulai dari data pelanggan, hingga komponen-komponen IPA yang mengalami kerusakan, maupun komponen yang masih normal. Meski begitu, pihaknya tetap akan mengoperasikan IPA tersebut. Sebab, masyarakat sudah cukup lama menunggu beroperasinya IPA tersebut secara normal.

“Pada intinya, kita tetap akan mengoperasikan. Cuma ketika kami menerima, IPA itu, juga harus jelas, barang mana yang rusak, dan mana yang masih baik. Kami belum mau menerima kalau belum ada kejelasan. Jadi, ketika nanti di belakang hari ada masalah, tidak PDAM semata yang disalahkan. Karena saat kita terima, ya memang begitu kondisinya,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia