4 IPA di Pesisir Selatan Berau Terkendala Pasokan Listrik

 

TANJUNG REDEB – Saat ini sudah ada sekitar 7 Instalasi Pengolahan Air (IPA), yang ada di Kabupaten Berau, dan sudah siap dioperasikan oleh PDAM Tirta Segah. Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengatakan, 3 dari 7 IPA tersebut sudah dipastikan mendapat pasokan listrik dari PLN. Sementara 4 IPA lainnya masih belum jelas kapan akan mendapatkan pasokan listrik.

Dijelaskannya, 3 IPA yang sudah siap terdapat di Kampung Sei Bebanir Bangun Kecamatan Sambaliung, Kampung Suaran Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Segah. Kendati demikian, sejumlah IPA itu sudah dioperasikan dari pemerintah kecamatan dengan menggunakan mesin genset. Seperti IPA yang ada di Kecamatan Segah.

“Baru tiga itu yang dipastikan mendapatkan pasokan listrik dari PLN, untuk sementara masih proses pemasangan trafo. Mudah-mudahan tahun ini dapat dioperasikan jika tak ada kendala,” ungkapnya kepada beraunews.com, Minggu (29/01/2017).

Sementara itu, terkait 4 kampung lainnya, yakni IPA yang ada di Kampung Biatan Lempake, Kampung Dumaring, Kampung Tembudan, dan Kampung Biduk-Biduk, masih belum jelas. Meskipun kata Adief, secara teknis ke-4 IPA yang ada di pesisir selatan Berau dapat dioperasikan dengan menggunakan mesin ganset, hanya saja, jika menggunakan genset, maka beban biaya operasional yang dikeluarkan akan jauh lebih besar.

“Apalagi kan posisi PDAM saat ini, bukan merupakan SKPD, tapi perusahaan. Artinya, harus benar-benar dihitung untung ruginya. Sejauh ini, kita juga belum mendapat gambaran dari pihak PLN, apakah PLN punya daya listrik yang memadai atau tidak. Sementara bocoran yang kami dapat, saat ini PLN belum punya listrik yang memadai untuk IPA ini,” bebernya.

Nah setelah ditimbang-timbang, kalau memang ini tetap dioperasikan dengan genset, biaya operasionalnya terlalu besar, dan pemasukan jelas sedikit. Apalagi ini di kampung, potensi kebocorannya besar sebab rumah berjauhan. Disamping itu, belum lagi potensi kerusakan mesin akibat sering hidup matinya genset.

Kendati demikian, dengan keterbatasan tersebut, pihaknya tetap akan berupaya mencari cara yang lebih efisien dalam mengoperasikan ke-4 IPA tersebut. Salah satu cara yang harus dilakukan, yaitu ketersediaan listrik dari PLN secara kontinyu.

“Cara yang paling efisien adalah tersedianya pasokan listrik secara kontinyu selama 24 jam dalam mengoperasikan IPA. Kecuali ada perawatan mesin. Kalau kita juga mengoperasikan IPA hidup mati, hidup mati itu juga akan berat, selain juga memakan biaya besar juga rawan kerusakan mesin,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia