Sempat Kecewa, Tapi Berterimakasih

 

SAMBALIUNG – Selain warga Kecamatan Tanjung Redeb, beberapa warga Kecamatan Sambaliung juga ikut memberikan tanggapan terkait pemasangan air PDAM Tirta Segah, yang baru terealisasi setelah 8 tahun lamanya menunggu.

Yosfoni, warga Jalan Bukit Berbunga Kecamatan Sambaliung ini mengungkapkan sedikit rasa kecewanya lantaran sejak menempati rumahnya di tahun 2008, ia tak bisa merasakan aliran air bersih. Tetapi, setelah penantian selama 8 tahun, ia bisa bernafas lega.

“Alhamdulillah sudah teraliri air bersih. Kalau dulu sebelum ada PDAM ini, kami menggunakan pipa saluran dari tetangga, dimana tiap bulannya kami ikut membantu pembayaran rekening airnya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (20/01/2017).

Diakuinya, sebelum meteran air itu terpasang, ia sering bolak balik ke kantor PDAM hanya untuk mempertanyakan kapan pemasangan PDAM bisa terealisasi.

“Itulah yang membuat saya sempat kecewa, apalagi pipanya sudah terpasang sejak 2012 lalu. Tapi karena kondisi tetangga di sini juga banyak yang belum terpasang meteran airnya, ya saya sabar saja menunggu antrean,” terangnya.

 

Senada, Nazaruddin, warga Jalan Tanjung Baru Kecamatan Sambaliung, juga menunjukkan kegembiraannya ketika ditanya terkait pemasangan meteran air PDAM di rumahnya.

Diakuinya juga, sebelum adanya PDAM ini, ia menggunakan air sungai yang disedot dan dialirkan ke rumahnya. Tapi kini, aliran air bersih dapat dinikmatinya bersama dengan warga lainnya di ketiga RT sekitarnya.

“Pagi siang malam alirannya deras. Bahkan, warga di ketiga RT sini juga sudah merasakan hal yang sama. Terimakasih PDAM untuk pemasangan meteran airnya, dan penantian kami setelah 8 tahun terbayar sudah. Air bersih sudah dapat kami nikmati,” bebernya.

BACA JUGA : Ini Tanggapan Warga Setelah 8 Tahun Menunggu Pemasangan PDAM

Diakuinya juga, sebelum pemasangan ini, ia sempat ditawari pasang meteran air secara perseorangan, tapi ditolak. Karena seluruh warga di RT tempat tinggalnya belum menikmati aliran air bersih, ia merasa bukan hal etis jika menerima tawaran pemasangan khusus, hanya lantaran saat itu, ia berstatus sebagai pegawai PDAM.

Namun, meskipun aliran air sudah lancar, ada satu hal yang mengganjal bagi pensiunan pegawai PDAM ini.

“Pipa baru tambahan ketika pemasangan meteran air baru sebanyak 4 batang, apakah benar kami dapatkan sebagai pelanggan? Karena informasi yang kami dapat dari PDAM untuk pipa itu memang ada, hanya saja belum tersedia. Nah ini yang jadi pertanyaan kami sebagai pelanggan. Saran saja, kalau dapat katakana dapat, kalau tidak dapat katakan tidak, sehingga kami tidak menunggu,” tandasnya.(bnc)