Masyarakat Merancang Keluhkan Air PDAM Berwarna Kuning dan Berbau Kaporit

 

GUNUNG TABUR – Perbaikan jaringan perpipaan yang dimiliki PDAM Tirta Segah membuat masyarakat Kampung Merancang Ulu sempat tidak menerima pelayanan air bersih selama 15 hari. Usai pelayanan air bersih kembali berjalan, masyarakat malah dikagetkan dengan kondisi air bersih yang tampak berwarna kuning dengan aroma zat kaporit yang cukup menyengat.

Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Merancang Ulu, Iis Supriati mempertanyakan kelayakan konsumsi air bersih produksi IPA Unit Merancang untuk masyarakat.

“Apa ini air yang sehat kami konsumsi? Sebelumnya kami mendapatkan air jernih dan tidak berbau,” ujarnya kepada beraunews.com, Kamis (8/12/2016) malam.

 

Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi mengungkapkan, sebelumnya pihaknya memang berupaya mengoperasikan secara perlahan seluruh jaringan pipa di IPA Unit Merancang. Pengoperasi itu guna pemerataan pelayanan ketersediaan sarana air bersih kepada masyarakat di 4 kampung sekitar IPA tersebut, yakni Kampung Merancang Ulu, Merancang Ilir, Melati Jaya dan Batu-Batu.

“Dalam rangka memperluas pelayanan kita, maka kita pelan-pelan mulai memperbaiki jaringan pipa kita. Jadi, pipa-pipa yang tidak aktif pun kita mulai buka (katupnya) untuk bisa kita aktifkan,” ungkapnya Jumat (9/12/2016).

Ternyata, lanjut Adief, dalam beberapa bulan ini ada salah satu katup atau penutup jaringan pipa yang mengalami kerusakan. Katup penutup (valve) berdiameter 6 inci itu tidak ada di toko bangunan yang ada di Kabupaten Berau. Sehingga kita memesannya di luar daerah.

“Kita butuh waktu sekitar semingguan, baru bisa datang,” lanjutnya.

 

Kondisi itu, tambah Adief, tentu berdampak pada masyarakat yang telah menjadi pelanggan IPA Unit Merancang. Dimana, ada bagian kampung yang memang selama sekitar seminggu tidak menerima suplai air bersih.

Namun, tegas Adief, untuk saat ini kondisi pelayanan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM Tirta Segah melalui IPA Unit Merancang telah kembali normal. Kondisi air yang sempat berwarna kuning dengan aroma zat kaporit yang cukup tinggi, kata Adief, harap dapat dimaklumi masyarakat.

“Kebetulan tadi malam, itu sudah mulai kita alirkan. Biasa kan karena aliran pertama, biasanya agak keruh airnya. Tapi, kita cek tadi subuh, sudah normal lagi airnya,” pungkasnya.(Andi Sawega)