UPTD PU Siap Permudah Pemerintah Kampung Bangun Jalan Usaha Tani

 

TALISAYAN – Keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan memberikan dampak yang cukup signifikan. Terutama bagi perawatan jalan maupun pembukaan jalan usaha tani.

Khususnya untuk pembukaan jalan usaha tani, pemerintah kampung tidak perlu lagi melakukan berbagai tahapan panjang dalam mengurus administrasi persiapan lelang. Kini, pemerintah kampung cukup membuat surat permohonan yang diberikan kepada UPTD DPU terkait rencana kegiatan yang akan dilakukan.

Kepala UPTD DPU Berau Wilayah Pesisir, Charles L. Andi menyampaikan, dengan berdirinya UPTD DPU di wilayah pesisir selatan, pihaknya berharap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir selatan Berau, baik yang ada di Kecamatan Tabalar hingga Kecamatan Biduk-Biduk, untuk keperluan perbaikan jalan yang sifatnya darurat, hingga pembangunan jalan usaha tani.

Bahkan, pihaknya beberapa waktu lalu juga telah menggelar sosialisasi di kampung terdekat, seperti Kampung Bumi Jaya dan Kampung Tunggal Bumi di Kecamatan Talisayan. Selama aktif pada awal tahun 2016 lalu, pihaknya juga sudah melakukan pembangunan jalan usaha tani yang ada di Bumi Jaya, dan Tunggal Bumi.

Disampaikannya, dalam membuat jalan usaha tani tersebut, pemerintah kampung hanya mengajukan surat permohonan penyewaan alat berat dan kemudian diberikan kepada pihak UPTD DPU.

“Jadi kita disini sifatnya mempermudah pemerintah kampung. Bahkan dengan dana yang biasanya dikerjakan pihak swasta hanya mampu membuat satu jalan, itu bisa kita bantu menjadi sampai tiga jalan tani. Yang jelas keberadaan kita disini untuk membantu,” katanya kepada beraunews.com, Jumat (18/11/2016).

Hanya dikatakannya, meskipun surat permohonan telah masuk, pihaknya masih harus melakukan proses lanjutan sebelum melakukan kegiatan. Seperti melakukan verifikasi lapangan sebelum membuka jalan usaha tani. Hal itu dilakukan, guna memastikan jika lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tani tidak bermasalah.

“Nanti akan lihat apakah itu layak atau tidak. Jangan sampai, begitu kita melakukan kegiatan ada warga yang protes karena lahannya kena pembukaan jalan. Kalau sudah tidak masalah, baru akan kita turunkan alatnya. Selain jalan tani, ada juga kegiatan pemeliharaan jalan, atau tanggap darurat lah,” bebernya.

Hanya diakuinya, pihaknya masih kesulitan dalam mengakses mobilisasi alat ke kampung terjauh yang ada di wilayah pesisir selatan. Maklum saja, sebagai UPTD yang baru beroperasi, pihaknya masih mengalami kekurangan alat angkut, maupun alat operasional lainnya.

“Akibat keterbatasan itu, maka kita lakukan di kecamatan terdekat saja. Kalau untuk kampung jauh, alat angkutnya yang masih jadi kendala. Ini yang saat ini kita mohonkan, termasuk penambahan alat operasional pendukungnya dianggaran murni tahun depan. Jika alat lengkap, kita bisa memfasilitasi kampung terjauh,” tandasnya.(Hendra Irawan)