DPU Berau Segera Miliki Database Jalan, Irigasi dan Sungai

 

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau akan segera memiliki basis data (database) jalan, irigasi dan sungai di Kabupaten Berau. Selain laporan ruas jalan dan kondisi irigasi dan sungai, database itu juga berisi laporan kondisi masing-masing ruas jalan dan sungai yang dilengkapi dengan fasilitas yang mudah dijalankan.

Kepala DPU Berau, Taupan Majid menilai, keberadaan database tentang jalan, irigasi dan sungai tentu sangat penting. Mengingat, proses pembangunan infrastruktur jalan, irigasi dan sungai terus berjalan. Selain itu, pembangunan akan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJDM).

Misalnya, untuk peningkatan jalan, bila pemerintah daerah telah membangun infrastruktur jalan baru di tahun ini, maka proyek peningkatan jalannya akan kembali diajukan pada tahun ke-4 setelah pembangunannya.

“Sudah di tahun ke-4 itu baru kita tingkatkan untuk diaspal atau dirigid,” ujarnya kepada beraunews.com, Minggu (13/11/2016).

Dengan adanya database itu, lanjut Taupan, masyarakat juga harus paham. Pasalnya, ketika ada pembangunan jalan di salah satu kawasan, tentu masyarakat jangan ada perasaan iri hati jika lingkungannya belum ada pembangunan jalan. DPU akan melihat riwayat jalan yang ada di Kabupaten Berau.

Selain itu, tambah Taupan, database itu juga diperlukan dalam pembuatan rencana strategis (renstra) DPU sendiri. Renstra itu tentu menentukan target DPU dari tahun ke tahun.

“Mudah-mudahan riwayat jalan nanti ini bisa, betul-betul tertib (dalam pembangunannya). 1 tahun itu, katakan lah anggaran kita cuma sekian, maka kita sesuaikan anggaran. Jadi memang masyarakat juga harus paham, urutan-urutan jalan itu, jangan sampai ada kecemburuan,” lanjutnya.

Berdasarkan database itu, diharapkan Taupan, perencanaan yang diajukan DPU juga bisa disinkronisasikan dengan instansi lain. Seperti, dengan rencana Dinas Perumahan dan Tata Ruang dan Dinas Pertanian.

“Karena daerah pertanian, itu kan harus daerah-daerah potensi yang kita harus tingkatkan. Jalan usaha taninya, termasuk salurannya. Jadi nanti kita kerjasama, jadi tepat sasaran dan berfungsi,” katanya.

Untuk irigasi dan sungai, dicontohkan Taupan, daerah pertanian di Kecamatan Batu Putih telah ada saluran irigasi yang bangun dan sangat potensial menjadi kawasan pertanian. Namun, kondisi irigasi tersebut belum cukup untuk mengaliri kawasan pertanian yang ada karena luasnya kawasan pertanian yang ada.

“Kita harus seimbangkan dengan memberi saluran pembuang, saluran pembawa, kita bantu. Termasuk, jalan usaha taninya. Jadi kita bangun itu tidak sia-sia. Dengan anggaran sedikit ini, harus selektif, tepat sasaran, yang betul-betul prioritas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ditanya soal apakah database itu bisa di akses masyarakat, dijawab Taupan, database itu bisa diakses oleh masyarakat melalui website resmi milik DPU Berau. Sebab, database tentang jalan, irigasi dan sungai merupakan dokumen yang bisa diketahui semua pihak.

“Saya rasa bisa saja, karena barang itu barang dokumen begitu, semua orang harus tahu lah,” tutupnya.(Andi Sawega)