Progres Bina Marga Capai 88 Persen, Kualitas Proyek Sesuai Program Perubahan

 

TANJUNG REDEB – Per 31 Oktober 2016, progres pembangunan infrastruktur fisik khususnya jalan telah mencapai 88,05 persen, dan diyakini hingga akhir APBD 2016 mencapai angka di atas 90 persen. Kendati demikian, realisasi keuangan yang dicairkan belum mencapai progres pekerjaan, yakni baru 70,17 persen.

"Realisasi keuangan kita agak terlambat, pencairan ini kan masih menunggu tagihan dari rekanan. Kita tidak bisa mengeluarkan uang kalau belum ada invoice dari kontraktor," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, Rusnan Hepni kepada beraunews.com didampingi Kasi Peningkatan Jalan, Junaidi di Kantor DPU Berau, Rabu (9/11/2016) kemarin.

Beberapa pekerjaan pembangunan yang sudah rampung, dicontohkan Hepni, yakni lanjutan pembangunan jalan di kawasan Pulau Maratua, Kecamatan Pulau Maratua yang ditangani PT Pelita Shakti dengan nilai proyek Rp23,6 miliar sudah rampung atau mampu terealisasi 100 persen.

Peningkatan Jalan Gurimbang-Tanjung Prangat, Kecamatan Sambaliung yang ditangani PT Karya Indah Permata dengan nilai Rp13,7 miliar, progresnya juga sudah 100 persen. Termasuk, lanjutan peningkatan Jalan Kayu Indah-Sumber Agung dengan nilai Rp8,6 miliar telah rampung keseluruhan.

Demikian pula, proyek peningkatan Jalan Poros Suka Murya-Purna Sari Jaya- Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan, senilai Rp26,7 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Perdasa, progres yang tercapai selama ini telah sesuai target, yakni di atas 80 persen.

“Kami sudah melakukan evaluasi. Hasilnya, beberapa proyek peningkatan jalan sudah berjalan sesuai rencana dan kualitasnya memuaskan,” tegasnya.

BACA JUGA : DPU Optimis Serapan Anggaran Di Atas 90 Persen

Untuk itu, Hepni mengharapkan kepada seluruh pemenang tender pengerjaan proyek infrastruktur fisik dapat menyelesaikan sebelum deadline yang ditetapkan atau sesuai kontrak pekerjaan. Sebab, apabila rekanan tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kerjasama, pihaknya tak segan memberikan sanksi.

“Kita optimis di atas 90 persen hingga akhir Desember. Ditargetkan dalam bulan depan semua selesai dan proses PHO (Provisional Hand Over atau disebut serah terima pertama proyek-red) terus berjalan," harapnya.

 

Sementara itu, Kepala DPU Berau, Taupan Majid mengungkapkan, dengan adanya defisit anggaran dan pemangkasan anggaran sebesar Rp133 miliar, maka anggaran DPU hanya menjadi Rp653 miliar. Kondisi itu tentu juga mempengaruhi perhitungan realisasi pembangunan maupun keuangan.

“Kita optimis saja ini, tinggal bagaimana memantau masalah kualitas,” ungkapnya usai rapat bersama Komisi III DPRD Berau di Ruang Rapat Komisi, Sekretariat DPRD Berau, Rabu (9/11/2016).

Selain itu, Taupun juga meyakini, pihaknya telah menerapkan etos kerja perubahan yang lebih baik. Untuk APBD 2016, pihaknya memperketat penggunaan anggaran pembangunan fisik. Ini dilakukan untuk mencapai target yang diharapkan pemerintah daerah serta menjaga kualitas pembangunan infrastruktur fisik sehingga betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

BACA JUGA : Dekati Akhir Tahun, DPU Genjot Paket Pembangunan Fisik

“Kita membangun sudah tidak sama dengan yang dulu-dulu, sekarang dengan kualitas yang boleh kita banggakan. Jadi memang sudah perubahan, mudah-mudahan ke depan kualitas itu kita jaga. Bukan hanya kerja selesai saja, ini kan sementara kita diperiksa BPK sekarang ini,” tambahnya.

Pemeriksaan awal Badan Pengawas Keuangan (BPK) Kaltim, dijelaskan Taupan, akan memperkecil adanya temuan-temuan. Kontraktor tentu harus memperhatikan kualitas pekerjaannya.

“Di akhir tahun di atas 90 persen itu, saya rasa bisa tercapai. Melihat optimis sekarang ini. Sekarang inikan kendalanya tidak terlalu signifikan, paling masalah cuaca saja,” pungkasnya.(Andi Sawega)