Jaga Kualitas Air Bersih, PDAM Tirta Segah Lanjutkan Pembersihan IPA

 

TANJUNG REDEB – Guna menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan ke pelanggan, PDAM Tirta Segah terus melakukan perawatan dan perbaikan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang ada. Khususnya, pada IPA yang terkoneksi dengan sistem besar (IPA Raja Alam, Sambaliung, Singkuang dan Teluk Bayur) PDAM tersebut.

Jika sebelumnya, perawatan dan perbaikan dilakukan pada IPA Singkuang yang berada di Kecamatan Tanjung Redeb selama 2 hari, 6-7 September 2016 lalu. Kali ini, perawatan (maintenance) rutin juga dilakukan di IPA Sambaliung yang memiliki kapasitas produksi 60 liter per detik.

BACA JUGA : PDAM Mulai Pembersihan Reservoir IPA Singkuang, Pelayanan Sedikit Terganggu

Pantauan beraunews.com di lapangan, Sabtu (9/10/2016) kegiatan dimulai dengan pengurasan lumpur yang mengendap pada reservoir, kemudian dilanjutkan dengan penggantian atau pembersihan media filter.

Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi melalui Kepala Sub Bagian Produksi, Asra Samsut mengungkapkan, pembersihan dan perawatan IPA Sambaliung ini hanya dilakukan selama 1 hari. Pasalnya, IPA Sambaliung telah menggunakan sistem modern (semi-otomatis) dalam mengelola air bakunya yang disuplai dari Sungai Kelay menjadi air bersih yang siap disalurkan ke pelanggan.

 

Produksi air bersih IPA Sambaliung, dijelaskan Asra, sebanyak 70 persen didistribusikan ke pelanggan yang berada di Kecamatan Tanjung Redeb. Seperti, pelanggan yang berada di sekitar kawasan Jalan H. Isa I, Jalan P. Diguna, Jalan Milono, bahkan kompleks Rumah Jabatan Bupati dan Sekretariat Daerah yang berada di Jalan APT Pranoto.

Sisanya didistribusikan ke pelanggan yang berada di Kecamatan Sambaliung. Di IPA Sambaliung, terdapat dua sistem pengelolaan yang sama dengan kapasitas produksi yang berbeda.

“Yang sedang dikerjakan ini adalah IPA dengan kapasitas 50 liter per detik dan 10 liter per detik. Dia menggunakan sistem flokulasi (suatu proses aglomerasi/penggumpalan partikel-partikel terdestabilisasi menjadi flok dengan ukuran yang memungkinkan dapat dipisahkan oleh proses sedimentasi dan filtrasi-red), sedimentasi (pengendapan) dan filtrasi (penyaringan). Kemudian, masuk ke reservoir sebelum didistribusikan ke pelanggan,” jelasnya.

 

Selama perawatan, operasional IPA mati total dan distribusi air ke pelanggan akan mengalami sedikit gangguan lantaran debit suplai air menjadi kecil. Sebab, suplai air yang biasanya diperoleh IPA Sambaliung dalam masa perawatan dan perbaikan ini, sementara disuplai dari IPA Singkuang dan Raja Alam.

“Kita sudah koordinasi supaya ada katup-katup pengendali yang ditutup sehingga air bisa mengarah kesini. Tapi, sedapat mungkin tidak mati total, makanya kita tetap pasok dari IPA Singkuang dan Raja Alam dan Insya Allah jam 1 malam (minggu dini hari-red) sudah normal kembali,” ujarnya.

BACA JUGA : Meski Libur Lebaran, PDAM Pastikan Air Tetap Lancar

Sebelumnya, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi menilai, perawatan dan pembersihan seperti ini seharusnya dilakukan berkala setiap enam bulan sekali. Diungkap Adief, dirinya telah melakukan perawatan dan pembersihan pada beberapa IPA. Antara lain, IPA Singkuang yang menggunakan sistem pengelolaan tradisional dan IPA Raja Alam yang menggunakan sistem pengelolaan modern.

“Minimal enam bulan sekali harus dibersihkan, hal ini untuk menjaga kualitas air bersih yang diproduksi setiap IPA. Sebelumnya, kita sudah melakukan di IPA Singkuang dan Raja Alam,” pungkasnya.(Andi Sawega)