Ini Alasannya Kenapa 8 Tahun PDAM Bisa Layani Pemasangan Baru

 

TANJUNG REDEB – Warga Kabupaten Berau, khususnya yang berada di Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya tentu saja harus bersyukur akan pemasangan Sambungan Rumah (SR) kali ini. Sebab, pemasangan tersebut untuk pertama kalinya dilakukan PDAM Tirta Segah, sejak 8 tahun terakhir.

Dari sekitar 7.367 daftar tunggu dari beberapa Kecamatan yang terdaftar sejak Januari 2008 hingga Mei 2016, tahun ini sebanyak 1.541 SR bagi pendaftar periode tahun 2008 hingga 2010 dipasang secara bertahap mulai Rabu (24/8/2016) lalu.

BACA JUGA : Pemasangan Sambungan Rumah Tahap II dan III Bergantung Proyek IPA Raja Alam II

Namun, banyak juga muncul pertanyaan dari berbagai pihak, kenapa baru bisa dilakukan sekarang alias setelah menunggu sekitar 8 tahun baru terealisasi. Menanggapi hal itu, Kepala Sub Bagian Produksi PDAM Tirta Segah, Asra Samsut menjelaskan, pemasangan SR baru bisa dilakukan sekarang setelah kapasitas produksi PDAM Tirta Segah naik dari 200 liter per detik, kini menjadi 230 liter per detik.

Produksi tersebut bisa tercapai, sebab saat ini IPA Raja Alam telah memiliki dua intake dengan 7 pompa yang mampu mensuplai air baku sebanyak 230 liter per detik. Sebelumnya, hanya memiliki 5 pompa benam (Submersible Pump). Di akhir tahun 2015, IPA Raja Alam mendapatkan bantuan 2 pompa sentrifugal (Centrifugal Pump) dengan kapasitas 125 liter per detik per pompa dari Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum.

“Sekarang intake kita ada 2 dengan 7 pompa dengan 3 pompa saling bergantian. Yaitu, 2 pompa submersible dan 1 pompa centrifugal jadi totalnya sekitar 225 liter per detik. Dua pompa centrifugal merek Grundfos ini bantuan dari PU, akhir 2015 lalu,” jelasnya.

Selain itu, dikatakan Asra, suplai air baku dari intake ke IPA Raja Alam memang kurang untuk pengelolaan dengan kapasitas 200 liter per detik tersebut. Sebab, pompa yang beroperasi saat itu hanya 2 pompa dengan kapasitas total 100 liter per detik, sehingga ketika kondisi pasang surut air sungai akan sangat berdampak pada kemampuan produksi.

“Kalau dulu ada 5 pompa tapi rusak 1, jadi tinggal 4 pompa. Itu pun saling bergantian kalau ada rusak, 2 pompa saja yang jalan. Kemudian, kadang kalau air surut tidak bisa juga produksi makanya sempat dulu kami buat kayak drainase di sungai agar tetap bisa menyedot air bakunya dari Sungai Segah,” ujarnya

BACA JUGA : Pertama Kali Sejak 8 Tahun Terakhir, PDAM Potong Tumpeng Pemasangan Sambungan Rumah

Terkait perawatan selama ini, dikatakan Asra, PDAM Tirta Segah selalu melakukan perawatan sesuai jadwal yang telah diagendakan, yakni empat kali dalam setahun. Namun, perawatan ini memang tidak dilakukan secara total alias hanya pada beberapa sistem pengelolaan seperti media filter atau reservoirnya saja. Kemudian, untuk IPA Raja Alam sendiri telah menggunakan teknologi modern yang tidak mengharuskan pengurasan untuk perawatan ataupun pembersihan sistem pengelolaannya.

“Selama ini kita selalu melakukan perawatan, itu empat kali dalam setahun. Tapi, memang untuk pengerjaan filter tidak sesering mungkin soalnya kayak IPA Raja Alam sudah 8 tahun tidak pernah dibongkar karena ada blowernya. Ada level kontrolnya sehingga pada saat sudah padat, airnya sudah mencapai level kontrol maka dengan sendirinya dia mencuci dan memblower. Jadi, untuk Raja Alam susah untuk padat. Kecuali, untuk IPA Singkuang memang sudah harus pembersihan total dan sistemnya juga masih lama,” pungkasnya.(Andi Sawega)