PDAM Mulai Pembersihan Reservoir IPA Singkuang, Pelayanan Sedikit Terganggu

 

TANJUNG REDEB – Sesuai jadwal yang telah disampaikan kepada pelanggan, PDAM Tirta Segah mulai melakukan perawatan dan perbaikan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Singkuang sejak hari ini hingga dua hari ke depan.

Pantauan beraunews.com di lapangan, Selasa (6/9/2016), kegiatan ini dimulai dengan pengurasan lumpur yang mengendap pada reservoir, yang dilanjutkan dengan penggantian atau pembersihan media filter.

Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi yang turun langsung memantau proses tersebut menjelaskan, di IPA Singkuang terdapat dua sistem pengelolaan yang berbeda, yakni kapasitas produksi air bersih 30 liter per detik dan 10 liter per detik.

Di hari pertama ini, pihaknya hanya melakukan pembersihan reservoir berkapasitas 30 liter per detik dari endapan lumpur yang telah meninggi serta pembersihan media filter yang biasa disebut sarang tawon.

“Yang sedang dikerjakan ini adalah IPA dengan kapasitas 30 liter per detik yang menggunakan prinsip pengolahan pengendapan lumpur. Dia menggunakan bak yang isi dengan tumbler atau bisa disebut sarang tawon. Hari ini pembersihan reservoir plus tumbler,” jelasnya.

 

BACA JUGA : PDAM Lakukan Perawatan IPA, Sebagian Wilayah Bakal Kekurangan Air

Pada hari kedua, ditambah Adief, pihaknya akan melanjutkan perawatan dan perbaikan pada IPA berkapasitas 10 liter per detik yang menggunakan pasir dan kerikil sebagai media filter atau penyaring airnya.

“Besok, lanjut lagi pada IPA sebelahnya yang 10 liter per detik. Sisa waktunya, untuk pembersihan keseluruhan lagi,” tambahnya.

Selama perawatan, operasional IPA mati total dan distribusi air ke pelanggan akan mengalami sedikit gangguan dimana debit suplai air menjadi kecil. Sebab, suplai air yang biasanya diperoleh IPA Singkuang dalam masa perawatan dan perbaikan ini, sementara disuplai dari IPA Sambaliung dan Raja Alam.

“Kita sudah koordinasi supaya ada katup-katup pengendali yang ditutup sehingga air bisa mengarah kesini. Tetapi, bagaimana pun pelanggan kita yang tadinya dilayani IPA Singkuang ini, pasti ada gangguan. Apakah penurunan debit air, mati dan sebagainya. Tapi, sedapat mungkin tidak mati total, makanya kita tetap pasok dari IPA Sambaliung dan Raja Alam,” ujar mantan Direktur PDAM Kota Bontang ini.

 

Adief menilai, perawatan dan pembersihan seperti ini seharusnya dilakukan berkala setiap enam bulan sekali. Namun, berdasarkan pengetahuannya, IPA tersebut hingga tahunan belum kunjung juga dilakukan perawatan dan pembersihan total. Awal menjabat sebagai Direktur, diungkap Adief, dirinya telah melakukan perawatan dan pembersihan pada IPA Singkuang, namun baru pada permukaan reservoir.

“Mestinya minimal enam bulan sekali harus dibersihkan. Tetapi, setahu saya, ini selama bertahun-tahun memang agak jarang dilakukan. Saya melakukan pembersihan, terakhir kali setelah dua bulan masuk dan itu juga hanya pembersihan dipermukaan atau istilahnya diluar-luarnya saja,” pungkasnya.(Andi Sawega)