PDAM Tirta Segah Pastikan Temuan Bangkai Tak Pengaruhi Kualitas Air

 

SAMBALIUNG – Ditemukannya mayat yang belakangan diketahui bukan manusia, melainkan bangkai orang utan, sempat membuat heboh masyarakat Berau. Terlebih, posisi ditemukannya bangkai tersebut di Intake (Instalasi Penyadapan Air) pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sambaliung milik PDAM Tirta Segah, yang dikhawatirkan mempengaruhi kualitas air distribusi PDAM.

BACA JUGA : Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Area IPA Sambaliung

Memahami psikologis masyarakat itu, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi, langsung meresponnya dengan turun melakukan peninjauan lapangan ke Intake Sambaliung. Alhasil, Adief memastikan, jika penemuan bangkai orang utan tersebut, secara teknis dipastikan tak mempengaruhi kualitas air distribusi PDAM.

Kepastian ini, lanjut Adief, didasari atas beberapa fakta dan temuan lapangan, seperti bangkai tersebut memang tidak dapat masuk ke dalam pipa penyedot air baku, lantaran disekeliling pipa dikelilingi jala besi (screen). Selain itu, posisi ditemukannya bangkai berada di permukaan, sementara posisi pipa penyedot berada beberapa meter di bawah permukaan.

“Apalagi, jarak antara ditemukannya bangkai dengan pipa penyedot relatif berjauhan, yaitu sekitar 15 hingga 20 meter. Jadi, kami pastikan, penemuan bangkai ini sama sekali tak mempengaruhi kualitas air PDAM,” tegasnya saat ditemui beraunews.com di Intake Sambaliung, Kamis (12/04/2018) malam.

 

Hanya saja, lanjut Adief, lantaran pihaknya memahami psikologis masyarakat selaku pelanggan PDAM, maka pengolahan dan distribusi air dari intake Sambaliung untuk sementara dihentikan pihaknya terlebih dahulu. 

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan penemuan tersebut. Tapi karena kami memahami psikologi masyarakat, dan sambil kami fokus membersihkan wilayah sekitar intek, untuk sementara, kami tidak operasikan dulu. Jika tidak ada kendala, subuh ini air sudah mengalir kembali secara normal,” tutupnya.(NR Dewi/bnc)