IPA 200 Liter Rampung, Bupati Berau : Seluruh Masyarakat Tanjung Redeb dan Sekitarnya Teraliri Air PDAM Tirta Segah

 

TANJUNG REDEB – Apresiasi dan rasa bangga yang diungkapkan Bupati Berau, Muharram terhadap kinerja PDAM Tirta Segah di bawah kepemimpinan Adief Mulyadi, khususnya atas keberhasilan PDAM menambah kurang lebih 3.000 sambungan baru, rupanya bukan hal yang main-main. Pasalnya, penambahan tersebut dilakukan tanpa menambah kapasitas terpasang Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Tirta Segah.

Bupati Muharram dalam acara temu pelanggan dan survei kepuasan pelanggan gelaran PDAM Tirta Segah di Hotel Derawan Indah, beberapa waktu yang lalu mengungkapkan, penambahan kapasitas IPA PDAM Tirta Segah yang saat ini hanya 230 liter per detik menjadi 430 liter per detik atau bertambah 200 liter, penganggarannya sudah diketok sejak tahun 2013 lalu, tepatnya saat dirinya masih menjabat Wakil Ketua DPRD Berau. Hanya saja, proses lelang yang tak berjalan normal dan baru dapat dilakukan di akhir tahun 2015 atau di saat menjelang dirinya bersama Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, akan dilantik.

“Saya ingat betul, pada saat saya masih menjadi Wakil Ketua DPRD Berau, itu (anggaran penambahan 200 liter per detik-red) kita ketok di tahun 2013. Seandainya proses lelang penambahan 200 liter per detik di tahun 2013 itu berjalan dengan normal, maka 3 tahun multiyears, yakni 2013 hingga 2015, maka di tahun 2016, penambahan itu sudah rampung. Tapi ternyata, lelangnya baru sukses terjadi di akhir tahun 2015. 2 tahun berturut-turut, gagal lelang, padahal anggarannya sudah kita ketok kurang lebih Rp190 miliar,” tuturnya.

Akibat 2 tahun berturut-turut gagal lelang, tambah orang nomor satu di Bumi Batiwakkal, otomatis pekerjaan tertunda. Namun, beruntung, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi bersama timnya, bisa bekerja secara optimal, sehingga mampu sedikit mengobati kekecewaan pelanggan dengan bisa menambah kurang lebih 3.000 sambungan rumah.

“3.000 sambungan rumah ini jika dibandingkan dengan sambungan yang ada sekarang ini kurang lebih 17.000, itu berarti ada 20 persen tambahan sambungan. Bisa dibayangkan bagaimana perubahan yang sedemikian rupa. Derasnya pompa tidak mengalami perubahan, tapi mampu menambah 3.000 sambungan. Ini kan prestasi yang harus kita akui. Secara menajemen berarti terjadi efektifitas dan cara memelihara dan memaksimalkan, seluruh perangkat-perangkat PDAM secara optimal, mulai dari pembersihan jaringan, mengurangi kebocoran sampai dengan menertibkan pelanggan yang membiarkan kebocoran terjadi,” ungkapnya.

Jika nanti tambahan 200 liter per detik bisa rampung, maka setidaknya akan ada tambahan pelanggan 17.000 sambungan rumah atau PDAM akan memiliki pelanggan antara 34.000 sampai 35.000 pelanggan. Dengan demikian, harap Muharram, seluruh penduduk di Kecamatan Tanjung Redeb dan sekitarnya, sudah tidak ada lagi yang tidak terlayani air bersih dari PDAM Tirta Segah.

“Air minum merupakan masalah kita yang tidak boleh berhenti pelayanannya. Listrik boleh padam, tapi air tidak boleh berhenti. Meskipun jika listrik padam, kita juga yang dipersalahkan. Tetapi Insya Allah, antara PDAM dan PLN ini, merupakan sinergitas yang tidak boleh timpang, semuanya harus berjalan,” tandasnya.(advertorial/bnc)