Defisit Anggaran, Pilih Program Paling Prioritas

 

TANJUNG REDEB – DPRD Berau menggelar rapat pembahasan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2018 bidang kesehatan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kamis (07/09/2007).

Rapat kali ini, merupakan yang ketiga kalinya dilakukan bersama dengan OPD Berau, khususnya untuk membahas item per item anggaran di Dinas Kesehatan. Tujuannya, untuk mengupayakan cara terbaik agar program kesehatan khususnya di bidang pelayanan, tidak terganggu di tengah defisit anggaran.

“Kita dari teman-teman dewan sangat antusias ingin membantu teman-teman di OPD, dalam hal ini Dinas Kesehatan. Jadi bukan pemangkasan, tetapi kita cari mana yang perlu dikurangi dan mana yang perlu ditambahkan dari anggaran itu,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau Haryono.

Meskipun belum selesai, hasilnya sudah dapat terlihat. Dari laporan PPAS yang diajukan oleh Dinas Kesehatan, ditemukan anggaran yang tidak semestinya, dalam hal ini tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Maka dari itu, dicari yang benar-benar prioritas untuk dianggarkan, sementara yang kelebihan akan dikurangi.

“Contohnya tadi dengan honor PTT. Kan honor harus dibayar, melihat anggaran yang dibutuhkan Rp330 juta, sementara yang dianggarkan Rp200 juta. Makanya pada hari ini kita pelototin benar anggaran-anggaran yang ada di Dinas Kesehatan. Jangan sampai nanti ada kejadian honor PTT terlambat dibayarkan lantaran anggarannya kurang,” paparnya.

“Pindah memindah itu biasa dilakukan, anggarankan bisa digeser-geser selama masih dalam lingkup yang sama. Kalau ada yang sekiranya masih bisa ditunda, ya ditunda dulu, kalau memang tidak bisa artinya benar-benar harus dipenuhi, dan kita dukung,” terangnya.

Terkait laporan PPAS, ia mengatakan, Dinas Kesehatan tampaknya belum semua membaca cermat. Harapannya untuk pertemuan selanjutnya dalam waktu dekat, laporan ini bisa didistribusikan kepada Dinas Kesehatan untuk bisa dipelajari. Pasalnya, untuk mengejar target pembahasan sampai pada paripurna tepat waktu.(advertorial/bnc)