Fraksi PKS dan Nasdem Minta Peran Perusda Dioptimalkan

 

TANJUNG REDEB – Selain pengoptimalan pemanfaatan aset milik daerah, guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), DPRD Berau juga meminta Pemkab Berau untuk mengoptimalkan pengelolaan perusahaan-perusahaan milik daerah (Perusda) yang ada.

Pasalnya, ketiga perusda yang dibentuk Pemkab Berau, yakni PT Indo Pusaka Berau (IPB), PT Hutan Sanggam Labanan Lestari (HSLL) dan PDAM Tirta Segah, dianggap belum memenuhi harapan, khususnya menyangut kinerja ketiga perusda dalam menyumbangkan PAD kepada daerah.

Hal tersebut disampaikan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Nasdem DPRD Berau pada Rapat Paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun 2017 menjadi Perda, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, baru-baru ini.

Juru bicara Fraksi PKS DPRD Berau, Muhammad Yunus saat membacakan pandangan akhir fraksinya mengatakan, Pemkab Berau diminta untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan Perusda yang ada. Langkah tersebut penting dilakukan, agar perusda yang ada dapat lebih banyak lagi menghasilkan keuntungan.

“Hasil-hasil keuntungan perusda tersebut dapat lebih banyak lagi dirasakan masyarakat di Kabupaten Berau, khususnya berupa penurunan harga-harga jual barang dan jasa dan biaya-biaya tarif, terutama untuk harga produk dari perusda itu sendiri,” tuturnya.

 

Hal senanda juga disampaikan juru bicara Fraksi Partai Nasdem DPRD Berau, Achmad Rijal saat membacakan pandangan akhir fraksinya. Dikatakannya, masih minimnya kontribusi Perusda bagi peningkatan PAD Berau, menjadi salah satu catatan fraksinya.

Pemkab Berau diharapkan bisa mengambil tindakan taktis, diantaranya memperjelas nilai asset masing-masing perusda, memperjelas nilai pencatatan berupa harta dan modal perusada, termasuk utang-utang yang dilengkapi dengan dokumen pendukung lainnya.

“Peran DPRD Berau sebagai kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan, selayaknya dapat ikut mengawasi kinerja pengelolaan Perusda yang ada dengan dikeluarkannya Perbup terkait hal itu. Sebab jangan sampai ada kejadian lagi tiba-tiba ada kerugian atau korupsi di tubuh Perusda, sehingga berdampak pada turunnya kontribusi Perusda terhadap PAD Kabupaten Berau,” tandasnya.(bnc)