Optimalisasi Aset Jadi Catatan Penting Peningkatan PAD Berau

 

TANJUNG REDEB – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau yang disahkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2017, dipatok sebesar Rp250.791.459.649,83. Hal ini berarti, PAD mengalami kenaikan sebesar Rp53.473.010.849,83 atau naik 27,10 persen dari sebelumnya yang hanya Rp197.318.448.800,00.

Meski mengalami kenaikan, sejumlah fraksi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, tetap meminta agar Pemkab Berau terus melakukan upaya untuk menggali lebih dalam lagi peningkatan PAD. Salah satu caranya, melalui pengoptimalan pemanfaatan aset milik daerah.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Berau, Muhammad Yunus saat membacakan pandangan akhir fraksinya pada Rapat Paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun 2017 menjadi Perda, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, Senin (23/10/2017).

Dikatakannya, pemerintah daerah agar dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan aset-asetnya sebagai salah satu sumber PAD. Namun demikian, dalam pengoptimalan pemanfaatan aset, dilakukan dengan tetap menjaga dan melestarikan lingkungan serta mendorong sektor potensi budaya lokal.

“Hal tersebut dapat dilakuakan, baik melalui perusahaan daerah, perusahaan swasta dan mengembangkan home industri masyarakat seperti oleh-oleh khas Berau dan Kalimantan Timur,” ujarnya.

 

Hal senanda juga disampaikan juru bicara Fraksi Partai Nasdem DPRD Berau, Achmad Rijal saat membacakan pandangan akhir fraksinya. Dikatakannya, belum optimalnya pemanfaatan aset pemerintah daerah sebagai salah satu sumber PAD menjadi salah satu catatan fraksinya.

“Untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset itu, terlebih dahulu perlu dilakukan inventarisir asset, agar ada kejelasan mana aset pemerintah daerah dan mana yang bukan. Sehingga dari situ bisa dirumuskan pengelolaannya secara optimal guna memberikan dampak bagi peningkatan PAD Kabupaten Berau,” tandasnya.(bnc)