Pemadaman Terus Terjadi, Pemkab Diminta Lakukan Audit Investigasi Terhadap PT IPB

 

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau diminta untuk melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap manajemen di PT Indo Pusaka Berau (IPB). Hal tersebut disampaikan juru bicara Fraksi Partai Nasdem DPRD Berau, Achmad Rijal saat membacakan pandangan akhir fraksinya pada Rapat Paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun 2017 menjadi Perda, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, Senin (23/10/2017).

Dikatakannya, pihaknya meminta dilakukannya audit investigasi tersebut, lantaran masih sering terjadinya pemadaman listrik di Kabupaten Berau. Bahkan, boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati yang dikelola PT IPB, tiap 1 atau 2 bulan sekali harus dilakukan perawatan. Akibatnya, pemadaman listrik selalu menjadi pilihan PT PLN.

“Ada baiknya Pemkab Berau melakuakn audit investigasi secara total oleh auditor independen yang diakui secara nasional terhadap manajemen di PT IPB,” ujarnya.

Rijal menambahkan, jika hasil audit investigasi menemukan jika permasalahan utamanya berada di boiler yang sudah tidak layak digunakan, maka PT IPB yang memiliki nilai aset dan liabilitas (pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain-red) yang besar, seharusnya bisa membicarakan hal itu dengan manajemen PT Indonesia Power sebagai mitra usaha PT IPB dalam mengelola PLTU Lati.

“Jika masalahnya boiler, IPB dan Indonesia Power bisa diminta membeli boiler baru yang lebih baik dan umur ekonomisnya lebih panjang, tentunya tanpa mengganggu APBD Berau lagi,” tegasnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau, Muharram mengatakan, audit investigasi dirasakan belum perlu dilakukan saat ini. Pasalnya, PT IPB dan PT Indonesia Power selaku pengelola PLTU Lati, sudah diaudit oleh lembaga yang diakui secara nasional juga. Namun, terkait pemadaman yang masih sering terjadi, Muharram mengaku sempat menanyakan janji PT PLN yang akan mengoperasikan mesin 1 x 10 Megawatt (MW) di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sambaliung, yang hingga berbulan-bulan ini tak kunjung beroperasi.

“Hingga saat ini barangnya (mesin 1 x 10 MW-red)  tidak sampai-sampai, bahkan di PLTU Teluk Bayur yang katanya juga akan beroperasi, saat ini juga belum berjalan. Seandainya PLTD Sambaliung dan PLTU Teluk Bayur berjalan, maka kita akan punya tambahan 17 MW. Artinya, ketika terjadi pemadaman 1 boiler di PLTU Lati, berarti tidak ada masalah pemadaman lagi, tapi itu lagi kembali PLN sampai sekarang belum jelas kapan beroperasinya,” tandasnya.(bnc)