Naik Turun Tarif Peti Kemas, Jadi Fenomena di Berau

 

TANJUNG REDEB – Tarif peti kemas angkutan barang di Kabupaten Berau tampaknya menjadi fenomena tersendiri bagi DPRD. Pasalnya, tarif terkesan mengalami kenaikan dan penurunan.

Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Subroto mengatakan, PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan PT Pelayaran Tempuran Emas (Temas) jangan terus menerus menaikkan dan menurunkan tarif semaunya.
 
“Dari tarif Rp17 juta ke Rp9 juta, saat Dewan menyoroti, tarif diturunkan lagi. Janganlah seperti itu terus-terusan,” tuturnya dalam rapat dengar pendapat (hearing) di ruang rapat gabungan, Selasa (19/09/2017) pagi lalu.
 
BACA JUGA : Agar Tak Bebani Masyarakat, DPRD Berau Tegaskan Tarif Peti Kemas Harus Turun
 
Senada dengan Subroto, Anggota Komisi I DPRD Berau, Syahruni mengatakan, PT Temas yang tadinya tarifnya Rp6,5 juta, langsung naik drastis menjadi Rp11 juta, kini turun lagi Rp8,5 juta.
 
“Jadi saya minta tarifnya kembali ke tarif semula, yakni Rp6,5 juta,” tegasnya.
 
Naik turunnya tarif ini, dinilai anggota Komisi III DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong,  tak akan terjadi jika tarif berjalan sesuai regulasi, diantaranya Pasal 35 Undang-Undang Nomor 17/2008 tentang Pelayaran, Pasal 172 Peraturan Pemerintah Nomor 20/2010 tentang Angkutan di Perairan dan Pasal 106 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 74/2016 juncto PM 93/2013 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Angkutan Laut.
 
“Berdasarkan regulasi-regulasi tersebut, tarif harus ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama antara penyedia dan pengguna jasa,” bebernya.
 
BACA JUGA : DPRD Berau Soroti Mahalnya Tarif Peti Kemas ke Berau
 
Sementara Anggota Komisi III DPRD Berau, Vitalis Paulus Lette mengatakan, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 35/2007 tentang Pedoman Perhitungan Tarif Pelayanan Jasa Bongkar Muat dari dan ke Kapal di Pelabuhan, sudah jelas rumusan penentuan tarif sebagaimana terdapat dalam lampiran peraturan menteri tersebut.
 
“Kami minta kedua perusahaan ini membeberkan hitungan tarifnya apakah sesuai peraturan menteri ini,” ujarnya.
 
Asisten II Pemkab Berau, Mansyah Kelana mengakui, jika tarif peti kemas terjadi kenaikan dan penurunan, dari tarif yang semula Rp17 juta, kini sudah menjadi Rp12 juta.
 
“Beberapa waktu kemudian terlihat terjadi perubahan lagi, menjadi naik Rp13,9 juta,” tandasnya.(*/bnc)