Ini Penyebab Naiknya Tarif Peti Kemas Menurut Penyedia Jasa

 

TANJUNG REDEB – PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan PT Pelayaran Tempuran Emas (Temas) per tanggal 4 September 2017 lalu, secara bersamaan kembali menaikkan tarif peti kemas angkutan barang. Dalam rapat dengar pendapat (hearing) di ruang rapat gabungan, Selasa (19/09/2017) pagi kemarin, kedua perusahaan penyedia jasa ini membeberkan penyebab kembali naiknya tarif tersebut.

Branch Manager PT SPIL Cabang Berau, Inka mengatakan, ada 3 faktor penyebab kenaikan tarif tersebut, yakni pertama, masih minimnya sarana dan prasarana (infrastruktur) kepelabuhanan. Kedua, waktu tunggu kapal (port time) yang lama akibat pendangkalan alur sungai serta terakhir, kapasitas muatan (load capacity) yang tak maksimum.
 
“Ketiga faktor ini menyebabkan biaya yang kami keluarkan bertambah, sehingga tarif mengalami kenaikan,” tuturnya.
 
Terkait infrastruktur pelabuhan, Inka menjelaskan, sarana dan prasarana infrastruktur pelabuhan hingga saat ini masih belum mendukung. Hal tersebut dapat dilihat dari segi dermaga, lapangan penumpukkan dan segala sesuatunya, masih terbatas.
 
Untuk waktu tunggu kapal (port time), dikatakan Inka, pendangkalan alur sungai menyebabkan port time lebih lama. Dampaknya, saat kapal tiba di muara Berau, kapal harus menunggu berhari-hari sampai bisa masuk ke pelabuhan untuk melakukan bongkar muat. Ditambah lagi, kapal hanya bisa bergerak siang hari lantaran Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang terbatas jumlahnya.
 
“Kapasitas kapal kami yang masuk ke Berau tidak bisa mencapai 100 persen, sempat kami hitung hanya mencapai sekitar 60 persen,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Prima Mas Berau (PMB), Nuhgrahi Mawan selaku mitra aktivitas bongkar muat PT Temas membacakan surat resmi PT Temas, mengatakan hal senada. Dalam suratnya, PT Temas mengatakan, memang ketiga faktor tersebut yang menyebabkan kenaikan tarif. Meski demikian, pihaknya bersedia menurunkan tarif kembali, sebagaimana yang diminta DPRD Berau.
 
“Namun sejalan program pemerintah, untuk menurunkan harga logistik, kami pelayaran masih tetap akan mempertimbangkan untuk menyesuaikan tarif kapal agar tidak setinggi seperti yang diumumkan sebelumnya,” imbuhnya.
 
BACA JUGA : Agar Tak Bebani Masyarakat, DPRD Berau Tegaskan Tarif Peti Kemas Harus Turun
 
Namun demikian, penjelasan tersebut dinilai anggota DPRD sebagai alasan yang mengada-ada, dan DPRD Berau tetap meminta kedua penyedia jasa ini untuk menurunkan tarifnya.(*/bnc)
 
Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: Rita Amelia