Harga Lada Merosot, Pemerintah Jangan Hanya Pikirkan Pariwisata

 

TANJUNG REDEB – Tak dipungkiri saat ini lada merupakan salah satu komoditas utama yang ada di Kabupaten Berau. Namun beberapa bulan terakhir, harga lada mulai turun drastis dari Rp130 ribu menjadi kisaran Rp50 ribu. Hal ini pun menjadi perhatian Anggota Komisi I DPRD Berau, Burhan Bakran.

Berdasarkan informasi yang ia dapat dari Kampung Merancang, jika memang harga lada mulai anjlok sehingga ia mengharap hal ini juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
 
"Informasinya sudah dua bulan terakhir harga lada mulai anjlok, kita harap ini jadi perhatian pemerintah daerah apalagi kita tahu jika lada ini salah satu penyumbang Pemasukan Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau, dan kualitasnya juga sama dengan yang ada di Kukar," ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (31/08/2017).
 
BACA JUGA : Harga Lada Dinilai Petani “Keterlaluan”
 
Burhan menambahkan, pemerintah saat ini juga harus memperhatikan dan memikirkan kesejahteraan para petani lada yang ada di Berau. Pasalnya, banyak masyarakat di Berau yang juga ketergantungan dari pertanian jenis lada ini.
 
"Perlu juga diperhatikan. Kesejahteraan masyarakat apalagi harga hasil kebun mereka sedang anjlok. Perlunya perhatian karena lada merupakan komoditas yang berkelanjutan," ucapnya.
 
Melihat kondisi ini, Burhan berharap jika pemerintah melalui instansi terkait bisa mencarikan solusi terkait anjloknya harga lada ini.
 
"Pemkab jangan hanya memikirkan pariwisata di Berau, ada hal lain yang juga perlu perhatian, salah satunya yakni kondisi harga lada sekarang yang menjadi keluhan petani, pemerintah harus bisa membantu mencarikan solusi untuk ini," pungkasnya.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia