Kunjungi Kukar, DPRD Berau Koordinasi Perlindungan Bahasa Banua dan Kebudayaan Barrau

 

TANJUNG REDEB- Beberapa waktu lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) Perlindungan Bahasa Banua dan Kebudayaan Barrau berkunjung ke Kutai Kartanegara. Bukan tanpa maksud, Pansus berkunjung dalam rangka menyempitkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan Bahasa dan Kebudayaan Barrau.

Ketua Pansus Raperda Perlindungan Bahasa Banua dan Kebudayaan Barrau, Elita Herlina mengatakan, jika pihaknya berkoordinasi dengan Kukar terkait perlindungan kebudayaan ini. Kukar sendiri dianggap pas karena wilayahnya hampir sama dengan Berau yang dulunya merupakan wilayah kerajaan.

"Selain itu, pada tahun 2016 lalu Kukar sudah punya Perda Nomor 2/2016 tentang Adat Istiadat yang tumbuh dan berkembang di wilayah Kukar," terangnya kepada beraunews.com, Rabu (30/08/2017).

Elita menambahkan, jika Perda merupakan sesuatu yang ke depannya bisa mengatur terkait budaya yang ada dan selain itu mengatur kelestarian dan pembinaan bahasa dan budaya.

Dari informasi yang dihimpun Tim Pansus sendiri, dimetahui jika bahasa Kutai sudah diusulkan untuk menjadi salah satu muatan lokal di sekolah. Pihaknya juga ingin mempelajari mekanisme dan berupaya agar bahasa Banua bisa masuk di muatan lokal.

"Dalam melaksanaan pembahasan Raperda Perlindungan Bahasa Banua dan Kebudayaan Berau, akan melibatkan beberapa pihak terkait dan jika memang ke depannya sudah berjalan tinggal kebudayaan yang ada harus dimaksimalkan guna menjadi daya tarik tersendiri," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia