Wisata Kelas Bintang Lima Jangan Dijual Harga Kaki Lima

 

TANJUNG REDEB- Beberapa waktu lalu Anggota DPRD Berau bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menggelar rapat terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) rencana induk Pariwisata dan juga retribusi di tempat-tempat wisata di Kabupaten Berau.

Anggota Komisi III, sekaligus ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Rudi P Mangunsong mengatakan, jika dari hasil rapat tersebut diharapkan destinasi wisata yang ada di Berau benar-benar bisa dipergunakan secara maksimal untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

"Setidaknya beberapa potensi wisata kita itu bisa diefektifkan. Selama ini masuk tempat wisata tidak terkontrol dengan baik dan setidaknya Perda nanti bisa mengatur itu," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (25/08/2017).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan, seperti halnya terkait travel atau speedboat dari luar Berau yang masuk langsung ke wisata kita, itu bisa dimasukkan Perda terkait tarif mereka yang harus dibuat lebih mahal atau beda dengan lokal yang memang di Berau.

"Seandainya dia dari Tarakan mau langsung ke Derawan atau ke Maratua, dia cukup dipantau saja tidak usah ke kampung. Kenapa kita akan berlakukan tarif berbeda? karena jangan wisata kelas bintang lima dijual harga kaki lima," tegasnya.

Terakit hal ini, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Berau bagaimana setidaknya pariwisata Berau bisa benar-benar dimaksimalkan sehingga menjadi salah satu sumber pemasukan penambahan PAD.

"Ini masih akan kita koordinasikan lagi dengan Bupati dan Wabup, yang jelas kita harap tempat wisata kita ini benar-benar bisa kita maksimalkan dan menjadi pemasukan PAD dari sektor pariwisata," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia