Soal Sampah di Tempat Wisata, Ini Tanggapan Dewan

 

TANJUNG REDEB – Dalam beberapa bulan ke depan, Berau akan kedatangan 2.000 orang wisatawan asal Tiongkok yang akan berkunjung ke Pulau Maratua, Kecamatan Maratua.

Wisatawan tersebut tidak langsung datang keseluruhan melainkan dibagi. Untuk satu kali penerbangan diperkirakan mencapai 200 orang dengan penerbangan menuju Tarakan dan selanjutnya ke Pulau Maratua.
 
Dengan semakin banyaknya wisatawan, jelas akan berdampak pada volume sampah di Pulau Maratua baik di pantai bahkan di resort-resort. Untuk mengatasi itu, Pemkab Berau juga sudah menyiasati dengan adanya retribusi untuk setiap penginapan maupun resort.
 
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Berau, Achmad Rijal mengatakan, dengan adanya patokan tarif berdasarkan jumlah kamar baik di resort maupun penginapan, pemerintah jangan lupa jika resort perlu mengingatkan para wisatawan untuk menjaga kebersihan.
 
“Dengan adanya tarif itu pemerintah juga perlu mengingatkan pemilik resort agar mereka memberitahu para wisatawan untuk menjaga kebersihan bukan hanya masyarakat saja,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (22/08/2017).
 
Politisi Partai Nasdem itu menambahkan, jika pihak resort punya beban moral dan tanggungjawab yang dibebankan oleh pemerintah, dan pihaknya juga menyakini jika resort punya aturan terkait permasalahan sampah.
 
“Mereka punya beban juga untuk menjaga kebersihan, dan kita tahu jika mereka pasti punya aturan juga soal sampah dan bagaimana agar tetap menjaga kebersihan,” tambahnya.
 
Rijal berharap, dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Berau, pemerintah dan pihak-pihak resort bisa mengatasi permasalahan sampahnya. Jangan sampai sampah menjadi suatu hal yang membuat tempat wisata tak sedap dipandang mata.
 
“Yang jelas kita harap wisatawan banyak berkunjung, sampah juga bisa ditangani dengan baik agar daerah wisata kita tetap terjaga kebersihannya,” pungkasnya.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia