Dilematis Keberadaan PT Temas, Komisi II DPRD Berau Akan Panggil Para Pihak

 

TANJUNG REDEB – Komisi II DPRD Berau, rencananya akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), serta perusahaan peti kemas PT Tempuran Mas (Temas) yang dilaksanakan PT Prima Mas Berau (PMB), terkait dengan aktivitas PT PMB yang mengangkut kontainer ke luar pelabuhan dengan menggunakan jalan umum.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II, Achmad Rijal, usai pelaksanaan rapat dengar pendapat (hearing) bersama dengan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Berau, beberapa waktu lalu.
 
“Kita khawatir kelas jalan kita tidak memenuhi syarat untuk dilewati kontainer dengan tonase yang ada,” ujarnya kepada beraunews.com, beberapa waktu lalu.
 
BACA JUGA : PT Temas Tak Libatkan TKBM, Dewan Akan Panggil Pihak Terkait
 
Dikatakan pria yang akrab dengan sapaan Kamai tersebut, keberadaan PT Temas saat ini memang cukup berpengaruh terhadap tarif kontainer yang masuk ke Berau, terlebih selama ini harga barang di Berau relatif mahal karena hanya ada satu perusahaan peti kemas yang menguasai, yakni PT SPIL.

 

Namun menurutnya, jika penggunaan jalan umum untuk mengangkut kontainer tersebut terus dilakukan, dikhawatirkan akan berdampak pada ketahanan jalan tersebut.
 
“Agak dilematis memang. Tapi karena PT Temas tidak memiliki lapangan untuk kontainer, mereka membawa keluar dengan menggunakan jalan kota. Dari berita yang saya pernah baca, mereka minta izinnya Ke Dishub. Tapi kalau terus-terusan, apa jalan kita sanggup seandainya kelas jalannya tidak sesuai?,” jelasnya.
 
BACA JUGA : PT Temas Bantah Tak Libatkan TKBM Dalam Proses Bongkar Muat
 
Pertemuan untuk membahas hal tersebut, dikatakannya akan dilaksanakan setelah menyesuaikan jadwal yang telah disusun Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Berau.
 
“Kami lihat jadwal yang telah disusun Banmus dulu. Karena banyak agenda kejar tayang yang harus kami lakukan dalam bulan ini. Jadi pertemuan juga akan menyesuaikan, yang pasti akan dilaksanakan,” tandasnya.(bnc)
 
Wartawan: Marta/Editor: Rita Amelia