Produksi Jagung Berlimpah, Inovasi Pangan Terkendala Dana

 

TANJUNG REDEB- Seiring dengan berlimpahnya hasil perkebunan jagung, membuat Dinas Pangan Berau sempat berinisiatif untuk membuat pangan alternatif dengan menggunakan komoditi jagung.

Hal itu kemudian mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Achmad Rijal, yang menilai wacana Dinas Pangan tersebut cukup baik.

Menurutnya, ditengah kondisi Berau yang seperti saat ini, menciptakan pangan alternatif atau menciptakan produk bernilai jual tinggi dari hasil komoditi berlimpah tentu menjadi sebuah pemikiran yang perlu mendapat dukungan.

"Dari data yang ada hampir 60 persen produksi jagung di Kaltim dihasilkan dari daerah Berau. Nah, dengan jumlah sedemikian banyak tentu kita butuh pemikiran-pemikiran untuk memanfaatkan komoditi jagung ini menjadi lebih bernilai tinggi, seperti pangan alternatif atau pun produk lainnya," ungkap pria yang akrab di sapa Kamai tersebut, kepada beraunews.com, Rabu (02/08/2017).

BACA JUGA : Komoditi Jagung Berlimpah, Berau Bisa Ciptakan Pangan Alternatif

Namun, inovasi-inovasi untuk menciptakan pangan alternatif atau pun produk bernilai jual tinggi lainnya, dikatakannya saat ini masih terkendala oleh defisit APBD yang dialami Pemkab Berau.

Meski begitu, ada beberapa celah lain yang dapat diupayakan Pemkab agar inovasi-inovasi tersebut dapat terealisasi, salah satunya dengan memanfaatkan sumber pendanaan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat atau pun pihak ketiga lainnya.

"Sayangnya, saat ini banyak inovasi dari Dinas-Dinas yang justru terkendala dana. Tapi sebenarnya bisa diupayakan, terutama dari Pemerintah Pusat, saya pikir kalau hal-hal yang seperti ini tentu akan mendapat dukungan, tinggal bagaimana cara melobi ke sana dengan data yang kuat," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia