Komisi III DPRD Siap Perjuangkan Usulan Rehab Pasar Teluk yang Bocor

 

TANJUNG REDEB – Kebocoran atap pasar Teluk Bayur yang membuat pedagang merasa rugi, membuat anggota Komisi III DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, angkat bicara. Menurutnya, harus ada penanganan yang dilakukan oleh instansi terkait kebocoran pasar tersebut. Apalagi jika dampak dari kebocoran bisa merugikan masyarakat, khususnya para pedagang. Selain itu, pasar merupakan sumber pergerakan ekonomi.

"Jika mereka membayar sewa atau retribusi, setidaknya mereka juga mendapat fasilitas yang baik, kalau memang ada kebocoran seperti itu bisa dibenahi segera," ungkap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu kepada beraunews.com, Selasa (01/08/2017).
 
BACA JUGA: Gara-Gara Plafon, Pedagang Banting Harga
 
Dikatakannya, jika memang ada usulan dari dinas terkait pemelihara pasar dan dianggap mendesak, maka bisa saja usulan tersebut diperjuangkan agar bisa direalisasikan, meski tidak rehab total, setidaknya bisa membenahi kebocoran yang ada.
 
"Kalau memang ada usulan dari instansi terkait, bisa nanti kita bahas. Apalagi jika memang itu mendesak dan mengorbankan masyarakat khususnya pedagang, kasihan jika mereka sudah bayar retribusi tapi mendapat fasilitas yang kurang baik. Jika memang tidak bisa diusulkan dalam perubahan tahun 2017 ini, setidaknya anggaran murni tahun 2018 bisa diupayakan," tambahnya.
 
Meski kondisi keuangan daerah yang masih belum stabil atau masih defisit, lanjut Rudi, namun pihaknya merasa defisit anggaran tidak membuat pemerintah membiarkan fasilitas pemerintah yang digunakan masyarakat, tidak diperbaiki.
 
"Meski defisit, setidaknya fasilitas pemerintah yang digunakan oleh masyarakat bisa dibenahi, sehingga pedagang mendapatkan wadah yang layak sesuai dengan retribusi yang mereka bayar," pungkasnya.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia