Bahas Permasalahan Sampah Derawan, Ketua Komisi II DPRD Berau "Dikepung" Warga

 

PULAU DERAWAN – Jika suatu tempat dihiasi dengan sampah-sampah yang berserakan, otomatis hal tersebut kurang sedap dipandang mata. Permasalahan sampah ini juga menjadi keluhan masyarakat di Pulau Derawan, lantaran tak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) membuat dilema masyarakat untuk membuang sampah rumah tangganya.

Dalam kunjungan Ketua Komisi II DPRD Berau, Muhammad Yunus beberapa waktu lalu di Pulau Derawan, dirinya mengaku mendapat banyak pertanyaan dari beberapa warga terkait penanganan masalah sampah. Mengingat Pulau Derawan saat ini menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Berau.

"Dalam kunjungan beberapa hari lalu memang ada yang mempertanyakan soal penanganan sampah di Pulau Derawan ini. Soal sampah di sini memang membuat masyarakat dilema karena tak adanya TPA," ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (29/07/2017).

Masyarakat dilema lantaran mereka diminta untuk menjaga lingkungan di Pulau Derawan agar tak tampak kumuh, atau malah terhindar dari sampah-sampah yang berserakan, sementara mereka juga bingung akan membuang sampah kemana.

"Mereka diminta untuk menjaga lingkungan, tapi mereka bingung kemana mau buang sampah, di laut dilarang, di darat tak ada tempat pembuangan," tambahnya.

BACA JUGA : Tak Ada TPA, Sampah Rumah Tangga Bertebaran di Laut

Yunus menambahkan, guna tetap menjaga keindahan Pulau Derawan dan setidaknya mengurangi potensi sampah yang berserakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota DPRD dan pastinya Pemkab Berau.

"Jangan sampai wisatawan enggan datang ke tempat wisata kita lagi, apalagi soal sampah ini merupakan masalah lama, masa tidak bisa tuntas, makanya nanti kita bicarakan lagi," bebernya.

 

Sempat adanya wacana atau masukan dari masyarakatnya untuk pembukaan lahan guna dijadikan Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Namun dalam perjalanannya Pemkab Berau tidak bisa membeli lahan yang ada karena tidak dilengkapi dengan sertifikat.

"Soal itu juga nanti akan kami bicarakan, tapi untuk langkah saat ini setidaknya pihak kecamatan bisa meminimalisir sampah-sampah, agar kondisi Derawan sama dengan apa yang dibayangkan oleh para wisatawan terkait keindahannya," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia