Minimalisir Kerusakan Jalan, Ketua DPRD Minta Truk Pengangkut CPO Manfaatkan Jalur Sungai

 

TANJUNG REDEB - Dalam kunjungan kerjanya ke daerah pesisir beberapa waktu, Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diah mengaku kecewa, lantaran melihat kondisi jalan yang dilaluinya. Akibatnya, waktu tempuh menjadi lebih lama.

"Sampai harus memakan waktu 2 kali waktu perjalanan normal untuk sampai ke tujuan, yakni ke Batu Putih yang biasanya hanya 3 sampai 4 jam, ini bisa sampai setengah hari perjalanan," ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (15/07/2017).

Kondisi jalan rusak di daerah pesisir Berau, memang sudah menjadi hal biasa. Apalagi dengan adanya truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO), yang sering melintasi jalanan penghubung Tanjung Redeb-Pesisir Berau itu, membuat kerusakan semakin bertambah.

"Tidak dapat dipungkiri, jika salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya jalan ini adalah mobil CPO yang memang sering lalu lalang membawa muatan sawitnya dari Kecamatan Batu Putih menuju Segah, yang terkadang melebihi batas. Jika memungkinkan, perlu diwacanakan bisa mengangkut sawit maupun CPO melalui jalur laut dari Batu Putih ke Segah," terangnya.

Ya, Sari (sapaan akrab wanita yang bernaung di bawah bendera Partai Golkar ini), memang mengusulkan agar truk-truk CPO lebih baik menggunakan jalur sungai, karena selain mempersingkat waktu lantaran potensi kemacetan yang minim, juga akan ikut membantu perekonomian para penyedia jasa penyeberangan kapal yang dipergunakan oleh truk-truk tersebut, karena untuk truk angkutan CPO yang rata-rata milik masyarakat, masih bisa difungsikan dengan mengangkut dari pabrik ke laut, juga dari sungai ke tempat penumpukannya di Segah, yang jaraknya relatif pendek dan tidak melewati jalan umum.

"Dan tentunya usia jalan penghubung ke pesisir Berau ini juga akan bertambah, karena berkurangnya beban jalan yang biasa dibawa oleh kendaraan CPO. Jalanan tidak akan cepat rusak, sehingga jarak tempuh dari Tanjung Redeb ke Batu Putih juga bisa dipersingkat atau kembali ke jarak tempuh normal," katanya.

Untuk usulan ini, diakuinya, akan dibahas lebih jauh diinternal DPRD, sehingga kemudian bisa direalisasikan. Apalagi, mengingat jalur Tanjung Redeb ke pesisir adalah akses ke beberapa destinasi wisata, seperti ke Labuan Cermin, Pulau Kaniungan yang selalu ramai dilalui para wisatawan, sehingga perlu akses yang layak demi kenyamanan, jangan sampai wisatawan yang datang merasa kapok tidak mau ke sana lagi karena kondisi jalan yang sangat tidak nyaman.

Dalam kunjungan tersebut, Sari juga menyempatkan singgah di Makam Raja Alam, yang tentu bisa dijadikan kunjungan wisata religi juga, mengingat Raja Alam yang dalam sejarah sangat berjasa di Kabupaten Berau.

"Saya melihat ada jembatan yang sangat perlu dibangun untuk akses ke makam tersebut. Jadi, sekiranya ada dana, bisa juga dilakukan pembangunan, karena saat ini masih terbuat dari kayu, dan usulan pembangunan jalan makam ini juga masuk dalam Musrembang," tutupnya.(bnc)

Share