Ini Hasil Pertemuan DPRD Berau dengan PLN Wilayah Kaltimra di Balikpapan

 

TANJUNG REDEB – Melanjutkan hasil hearing seminggu yang lalu antara DPRD Berau dengan PLN Area Berau, terkait tidak adanya pemadaman listrik selama Ramadan dan lebaran, serta percepatan program kelistrikan di Maratua dan kecamatan lain yang belum merata mendapatkan pasokan listrik, DPRD Berau mengawal hingga ke Balikpapan.

Kamis (25/05/2017) rombongan DPRD Berau terdiri dari Ketua DPRD Syarifatul Sya'diah, Wakil Ketua I DPRD H Sa'ga, Wakil Ketua II DPRD Anwar, dan anggota Komisi III yang membidangi kelistrikan yakni Subroto, Ratna, Jasmine Hambali, dan Warsito, dengan didampingi Manager PLN Area Berau, Ari Prasetyo Nugroho, menemui Manager Pembangkitan PLN Wilayah Kaltimra, Erwin, di Balikpapan.

"Ini merupakan tindaklanjut dari hasil hearing antara DPRD dan PLN Berau, yang mana meminta bantuan mengawal percepatan yang disampaikan ke PLN Wilayah di Balikpapan, terkait pengadaan listrik di Maratua dan beberapa wilayah yang memang belum mendapatkan aliran listrik," terang Sari (sapaan akrab Ketua DPRD Berau-red) saat dihubungi beraunews.com, Rabu (31/05/2017).

Dalam pertemuan tersebut, Manager Pembangkitan PLN Wilayah di Balikpapan menyampaikan rencana kerja jangka pendek dan menengahnya. Tapi, inti dari pertemuan tersebut ada beberapa poin, yakni jaminan tidak adanya byarpet selama Ramadan hingga lebaran, kecuali ada hal teknis yang terjadi di luar kehendaknya, karena perbaikan dan pemeliharaan sudah dilakukan sebelum puasa. Selain itu, PLN akan memprioritaskan pemasangan sesuai usulan Pemda.

"Karena itu diharapkan agar anggota dewan bisa duduk bersama OPD teknis untuk mensinkronkan beberapa usulan prioritas yang belum tercover dalam program Pemda di bulan Juni 2017," imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, PLN juga menyampaikan masih adanya beberapa pembangunan jaringan yang dibangun Pemda, tetapi belum ada serah terimanya ke PLN secara administrasi, sehingga program belum bisa menjangkau tempat tersebut, dan dewan akan menindaklanjutinya dengan hearing dengan instansi teknis untuk masalah administrasi jaringan dan sebagainya untuk segera diserah terimakan ke PLN.

 

Sedangkan untuk permasalahan listrik di daerah pesisir, dikatakan Sari, dewan akan menindaklanjuti hearing dengan perusahaan PT Daya Lestari di Talisayan, dimana sesuai program awalnya sanggup membuat pembangkit Biogas untuk disuplai ke PLN, guna memenuhi kebutuhan listrik di Talisayan.

"Sampai sekarang kan belum ada kelanjutannya untuk masalah pembangkit ini, padahal menurut info di luar kalau izin dengan Kementerian sudah selesai, jadi kira-kira apa penyebabnya sehingga belum ada progress terkait pengadaan pembangkit ini, itu yang akan kita tanyakan dalam hearing selanjutnya dengan perusahaan penyedianya," tegasnya.(bnc)