Reklamasi dan Reboisasi Jangan Sebatas Slogan Perusahaan

 

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah, menanggapi perihal kewajiban perusahaan atas reklamasi dan reboisasi pasca pertambangan di sejumlah wilayah Berau.

Menurutnya, reklamasi dan reboisasi merupakan hal paling wajib yang harus dilakukan perusahaan untuk memulihkan kembali kondisi lingkungan sekitar lokasi tambang. Meskipun tidak sepenuhnya, namun upaya tersebut harus dimulai dan berkesinambungan agar lahan pasca tambang dapat kembali subur.

“Memang tidak mungkin kalau seluruh lubang tambang itu ditutup, pasti ada satu atau dua lubang yang masih tertinggal. Tapi yang namanya kewajiban ya harus dilaksanakan, apalagi terkait dengan memulihkan kondisi lingkungan. Karena mereka sudah mengambil Sumber Daya Alam (SDA) di perut bumi kita, maka kewajiban mereka untuk menutupnya kembali,” ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (19/05/2017).

Tidak hanya sebatas slogan, ia juga mengimbau kepada seluruh perusahaan untuk benar-benar menjalankan apa yang menjadi kewajiban mereka tersebut, terutama dengan menanamkan kesadaran pada internal perusahaan.

“Jadi jangan hanya sekadar berwacana, tapi direalisasikan kalau memang belum dilaksanakan. Pihak perusahaan jangan hanya sekadar membuat slogan saja, tapi benar-benar diwujudkan, jangan sampai masyarakat menilai bahwa perusahaan tidak bertanggungjawab mengembalikan lahan seperti semula,” katanya.

Terkait dengan data yang dihimpun Jaringan Advokasi Tambang Kaltim (JATAM), yakni masih sekitar 80 persen perusahaan tidak melaksanakan kewajibannya, ia mengatakan hal tersebut perlu dilakukan pengecekan agar diketahui perusahaan mana saja yang benar-benar telah menunaikan kewajiban tersebut.

“Kita tidak bisa juga memvonis bahwa perusahaan tidak jalankan kewajiban, yang pasti perlu pengecekan. Apakah benar demikian atau justru sebaliknya,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia