Abrasi Semakin Susutkan Luas Pulau Derawan, Pemkab Diminta Ambil Langkah Konkret

 

TANJUNG REDEB – Abrasi di Pulau Derawan, setidaknya mengurangi luas wilayah pulau wisata tersebut setiap tahunnya. Luas pulau yang dulunya mencapai 38 hektar, akibat abrasi harus menyusut hingga sekitar 34 hektar.

Hal ini kemudian mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Achmad Rijal. Dikatakannya, harus ada langkah konkret dari Pemkab untuk menyelamatkan pulau tersebut dari gerusan abrasi. Sebab, suka tidak suka, hal tersebut akan berdampak pada wisata alam yang selama ini menjadi andalan masyarakat.

Namun, menurutnya saat ini belum ada instansi yang mengajukan untuk melakukan tindakan atas abrasi tersebut. Termasuk mengajukan anggaran untuk pendanaan penanggulangan abrasi.

 

“Memang pernah diberitakan sebelumnya, luas pulau ini semakin tahun semakin menyusut akibat abrasi. Tapi sampai saat ini, langkah konkrit penanganan abrasi seperti pengajuan anggaran seingat saya belum ada. Mungkin karena belum diputuskan juga bentuk penanganannya seperti apa,” ucapnya kepada beraunews.com, Kamis (11/05/2017).

Dikatakannya, penanganan terhadap abrasi memang perlu dilakukan, namun keterbatasan kemampuan Pemkab perihal anggaran perlu dipahami. Sehingga, ia juga berharap penanggulangan abrasi ini tidak hanya diperhatikan Pemkab, namun juga Pemprov. Terlebih, saat ini Pemprov telah mencanangkan Pulau Derawan sebagai proyek strategis nasional.

“Itu memang harus segera dicari solusi konkretnya. Keterbatasan anggaran mungkin menjadi kendala utama. Tapi Pemkab juga harus bisa memperjuangkan sumber pendanaan ke Pemprov atau Pusat,” ucapnya.

 

Saat ini, ia juga menyebutkan bahwa Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, tengah memperjuangkan ke Pemerintah Pusat, agar Berau diberikan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.

“Jelas, jika kita berhasil mendapatkan status tersebut, kita akan lebih mudah mendapatkan pengalokasian anggaran dari Pemerintah Pusat,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia