Potensi Bawang Merah Lokal Harus Didorong

 

TANJUNG REDEB – Saat kunjungan kerjanya ke daerah Kilometer 45 Jalan Poros Berau-Bulungan, beberapa waktu lalu, Ketua Komisi II DPRD Berau, Muhammad Yunus, meninjau potensi pertanian bawang merah di daerah tersebut.

Menurutnya, prospek pertanian bawang merah di daerah itu cukup bagus dan menjanjikan, baik dari segi lahan maupun hasil yang didapatkan petani setiap kali musim panen.

“Di daerah sekitar KM 30 sampai KM 45 itu banyak lahan pertanian bawang merah yang cukup potensial. Kami sempat berkunjung ke sana, dan memang ternyata cukup bagus prospeknya. Mereka bisa memanen dalam kurun waktu 55 hari setelah masa tanam,” ujarnya kepada beraunews.com, Selasa (09/05/2017).

Harga yang dipatok para petani untuk per kilogram bawang merahnya pun relatif murah, hanya sekitar Rp25 ribu. Berbeda dengan harga bawang merah yang biasa dipasarkan, jauh lebih tinggi, berkisar antara Rp30-Rp35 ribu per kilogram.

“Kalau harga, sudah pasti jauh lebih murah dari bawang merah impor yang biasa dijual di pasaran. Tapi kualitas kami lihat cukup baik,” ujarnya.

Untuk mengembangkan sektor pertanian bawang merah tersebut, dikatakannya, saat ini para petani memang membutuhkan dukungan dari Pemkab. Terutama untuk persoalan pengairan lahan yang harus menggunakan cukup banyak air. Meskipun dulu sempat ada bantuan dari pihak Pemprov, namun dikatakannya bantuan dari Pemkab untuk para petani ini harus lebih mendominasi.

“Mereka kan gunakan air cukup banyak juga. Kemudian pakai teknologi seperti kincir untuk mengairi lahan mereka. Mereka ini ada yang petani individu ada juga yang kolektif. Harus didorong oleh Pemkab juga biar lebih berkembang,” ucapnya.

Kehadiran para petani bawang merah lokal ini, disebutkannya dapat mengatasi mahalnya harga bawang merah menjelang hari-hari besar. Pemkab dapat memanfaatkan para petani untuk mengatasi mahalnya harga bawang merah, dan mengurangi impor bawang merah dari luar, jika para petani tersebut dapat lebih maju dan berkembang.

“Selama ini kan untuk bawang mereka masih datangkan dari luar. Nah, petani kita sudah ada, lahan juga sudah bisa. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitas bawang merahnya dan tentunya tingkatkan kualitas SDM para petaninya sendiri, bisa jadi kita nanti tidak lagi impor, tapi bisa pakai bawang merah lokal Berau sendiri,” ungkapnya.

Ia pun berharap, bukan hanya perhatian dan dukungan dari Pemkab melalui instansi terkait saja, namun juga para generasi muda agar mau memajukan sektor pertanian di Berau.

“Jadi generasi muda kita juga jangan hanya memikirkan untuk bagaimana bisa bekerja di perusahaan tambang saja, tapi bagaimana bisa memikirkan untuk memajukan sektor pertanian yang sudah sangat potensial di daerahnya sendiri. Hasilnya, nanti kita bisa punya produk asli sendiri, tidak datangkan dari luar lagi,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia