Full Day School, Sudah Siapkah Mental Kita?

 

TANJUNG REDEB – Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk menerapkan sistem pendidikan berbasis full day school atau sekolah pada hari Senin hingga Jumat, ditanggapi Anggota Komisi III DPRD Berau, Rudi P Mangunsong.

Menurutnya, hal tersebut dapat dilakukan pada sistem pendidikan di Berau, apabila Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini tenaga pendidik alias guru, sudah memiliki mental dan kesiapan untuk mendidik siswa siswinya di sekolah dengan baik saat bersekolah dengan sistem baru tersebut.

“Kalau kita pastinya menyambut dengan baik hal ini. Tinggal yang menjadi pertanyaan, apakah mental guru-gurunya sudah siap jika hal tersebut diterapkan? Karena ini bukan hanya sekadar mengikuti program nasional saja, tapi bagaimana dengan sistem tersebut dapat menciptakan pendidikan yang berkualitas bagi pelajarnya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (08/05/2017).

 

Wacana Mendikbud tersebut, dikatakannya akan berdampak baik pada pelajar. Diantaranya, dapat meminimalkan waktu untuk para pelajar keluyuran saat jam sekolah normal telah habis. Namun, jika tidak memiliki kesiapan untuk menerapkan sistem tersebut, ia juga mengatakan akan berdampak buruk bagi pelajar.

Salah satunya, jika guru bersangkutan tidak dapat memberikan pelajaran dengan baik, sementara pelajar dituntut untuk mengikuti sistem tersebut, justru akan membuat pelajar tertekan dan sebagainya. Sehingga untuk menghindari hal demikian terjadi, ia mengharapkan adanya perbaikan kualitas tenaga pendidik sebelum perubahan sistem pendidikan tersebut.

 

“Jangan sampai setelah sistem ini diterapkan, malah pihak guru yang tidak bisa mengikuti ritmenya. Jangan sampai anak kita jadi korban. Jadi, sebelum diterapkan ada baiknya benar-benar dilakukan pengkajian yang mendalam. Jangan hanya menuntut jam sekolah yang diperbanyak, tapi kualitas juga harus dipertimbangkan,” tandas pria yang bernaung di Fraksi Bulan Bintang Perjuangan tersebut.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia