DPRD Dorong Perusahaan Sawit Partisipasi Perbaiki Poros Jalan Talisayan-Biatan

 

TALISAYAN – Kerusakan jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Talisayan dan Kecamatan Biatan, hingga kini masih terus dikeluhkan. Pasalnya, selain mengganggu perjalanan, permukaan jalan rusak itu juga rawan menyebabkan kecelakan.

Kendati demikian, kerusakan jalan tersebut direncanakan akan dilakukan perbaikan, dengan melibatkan sejumlah perusahaan yang beroperasi dengan memanfaatkan akses jalan tersebut untuk keperluan produksinya. Hal ini disampaikan salah seorang anggota DPRD Berau dari komisi III, Subroto.

Kepada beraunews.com, ia mengatakan, pihaknya bersama sejumlah anggota DPRD dapil III lainnya, serta pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Talisayan, dan dihadiri manajemen PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP), telah menggelar pertemuan pada Selasa (02/05/2017) lalu. Hal itu dilakukan guna membahas kerusakan jalan yang terjadi.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya meminta perusahaan ikut membantu dalam melakukan perbaikan jalan yang rusak. Sementara, lanjut dia, terkait permintaan tersebut, pihak perusahaan bersedia membantu, namun harus melibatkan pihak perusahaan lainnya, yakni PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ) yang berada di Kecamatan Biatan.

“Mereka siap bantu, tapi mereka tidak mau sendiri. Pihak dari PT TBP maunya dari PT DLJ juga ikut membantu dalam melakukan perbaikan. Mereka maunya seperti ada pembagian kegiatan. Misalnya, PT TBP sediakan truk untuk mengangkut tanah urug, atau sirtu, sementara PT DLJ menyiapkan alat beratnya,” bebernya.

Terkait permintaan pihak PT TBP tersebut, dirinya telah menyampaikan ke pemerintah kecamatan agar kedua perusahaan tersebut dapat dipertemukan dalam waktu dekat. Sehingga, ada sinkronisasi antar kedua perusahaan, agar perbaikan jalan poros tersebut dapat segera diperbaiki.

Sebab menurutnya, dengan kondisi jalanan tersebut, cukup mengganggu dan menghambat waktu perjalanan. Apalagi, jika tidak berhati-hati dan mengurangi kecepatan, juga cukup membahayakan keselamatan.

 

“Ya memang kita akui itu. Makanya terkait perbaikan jalan ini agar dapat segera ditindaklanjuti dan difasilitasi oleh pemerintah kecamatan. Karena saat pertemuan waktu itu, hanya pihak dari PT TBP saja yang hadir, sementara PT DLJ tidak hadir,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait kesanggupan pihak perusahaan hanya bisa melakukan kegiatan pada hari Minggu, dengan alasan memanfaatkan hari libur? Dirinya kurang sependapat dengan persoalan tersebut. Pasalnya, jika hanya melakukan kegiatan seminggu sekali, maka hasilnya tidak akan maksimal.

“Paling tidak dua atau tiga hari seminggu, karena titik kerusakan jalan juga cukup berjauhan, sehingga jika hanya melakukan seminggu sekali, saya kira tidak maksimal. Apalagi ketika cuaca tidak mendukung,” jelasnya.

Sementara itu, pesan tegas disampaikan oleh anggota DPRD dari komisi III lainnya, yakni, Jasmine Hambali. Ia mengatakan, pihak perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Kecamatan Talisayan, dan Biatan serta wilayah lainnya wajib ikut serta dalam melakukan perbaikan jalan.

“Ya harus seperti itu. Kalau tidak mau berkontribusi melakukan perbaikan, sesuaikan muatan dengan kelas jalan, baik itu truk pengangkut TBS, maupun truk CPOnya. Kalau masih tidak mau, perlu dilakukan penegasan dengan cara penertiban,” tandasnya saat dihubungi melalui sambungan seluler.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia