PKBM Harus Disupport, Lulusan Paket C Juga Meningkatkan Kualitas SDM

 

TANJUNG REDEB – “Selain sekolah formal yang ada, jalur non formal pun turut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia”. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah, saat memberikan sambutan dalam acara kelulusan peserta didik paket C, di Hotel Grand Parama, Kamis (04/05/2017).

Dalam sambutannya, Sari (sapaan akrabnya-red) juga memberikan apresiasi kepada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pusaka Indonesia yang dipimpin oleh Erry. Malah, menurutnya PKBM ini harus disupport, mengingat anak-anak didiknya adalah anak Berau.

“Apalagi tahun depan Ujian Nasional (UN), sudah berbasis komputer, maka sarana komputer juga sangat diperlukan. Selama ini mereka memang sudah dibantu dengan Alokasi Dana Kampung (ADK) untuk transportasinya, tetapi ada yang lebih perlu diperhatikan yakni sarana dan prasarananya, karena sampai saat ini mereka berupaya sendiri mencari bantuan. Ini juga yang patut diapresiasi karena meskipun dengan hasil swadaya, mereka bisa eksis,” jelasnya.

 

Bahkan, dalam acara kelulusan siswa-siswi yang diisi dengan berbagai seni tari dan lagu, yang digelar dari hasil swadaya sendiri itu, mereka terlihat sangat senang dan bahagia.

“Pendidikan adalah hak dasar bagi seluruh WNI tanpa terkecuali, tanpa membedakan jenis kelamin, umur, lokasi, status. Dan anak-anak yang mengambil paket C ini, hendaklah jangan dipandang sebelah mata. Karena mereka yang mengambil paket C ini bukan berarti anak-anak yang gagal, malas, bodoh, dan tanpa masa depan. Justru kita harus melihat dari sisi lainnya yakni, faktor kurangnya biaya atau kesibukan yang mengharuskan mereka bekerja membantu orangtuanya, atau bisa juga karena tempat tinggalnya di pedalaman yang jauh aksesnya dari sekolah,” tuturnya.

Contoh lain yang bisa dilihat adalah seorang artis atau atlet, yang karena kesibukannya terpaksa mengikuti home schooling, atau sejenis paket C. Jadi, keberhasilan seseorang bukan ditentukan dari formalitas pendidikannya, namun lebih kepada keahlian yang dimiliki, ketekunan, kerja keras, dan doa.

 

“Harapan saya, jangan berkecil hati, merasa rendah diri dengan kelulusan ini. Masa depan masih panjang, dan kalian masih bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi yakni kuliah. Dan kepada masyarakat, agar dapat membantu jika mendapati anak yang kiranya belum sekolah atau belum memiliki ijazah, untuk bisa mengikuti kejar paket ini, sehingga di Berau tidak ada lagi yang buta huruf atau anak-anak yang putus sekolah. Karena kualitas SDA sangat ditentukan oleh pendidikan, agar kelak juga bisa mempunyai daya saing dengan yang lain,” tutupnya.(bnc)