Byar Pet Lagi, DPRD Minta PLTU Teluk Segera Dioperasikan

 

TANJUNG REDEB – Selain memaparkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Maratua, PT PLN juga memberikan jawaban terkait adanya pemadaman bergilir yang terulang kembali.

Dikatakan Manajer PT PLN Rayon Tanjung Redeb, Teguh Budi Oktavianto, permasalahan byar pet ini tak lepas dari kondisi mesin yang sedari awal sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, sehingga harus dilakukan perawatan secara rutin, yang berdampak pada berkurangnya suplai pasokan listrik.

“Kondisi mesin ini kan tidak bisa diprediksi. Pada saat mesin dalam kondisi oke, tidak mungkin ada pemadaman, tapi jika tiba-tiba rusak, otomatis pasokan listrik berkurang. Sehingga untuk mengakalinya, kami melakukan pemadaman di jam-jam saat beban puncak pemakaian tinggi,” terangnya dalam rapat yang digelar DPRD Berau, Senin (16/01/2017) lalu.

BACA JUGA : DPRD Berau Dukung Pembangunan PLTD di Maratua

Defisit pasokan listrik ini sebenarnya sudah diantisipasi dengan penambahan mesin. Tetapi, diakui Teguh, mesin ini juga belum bisa maksimal.

“Kondisi terkini, 3 unit mesin yang pada awal Januari sempat trouble, 2 unit diantaranya sudah diperbaiki dan masuk sistem, tetapi itupun belum maksimal, dan untuk perbaikan lanjutan masih pada 2 mesin di Sambaliung,” bebernya.

Penjelasan ini sempat menjadi perdebatan lantaran jawaban yang diberikan terlalu klise alias sudah terlalu biasa. Bahkan, menurut beberapa anggota dewan, PT PLN sudah cukup dimanja dengan segala ‘keenakan dan kemudahan’ yang diberikan oleh Pemkab Berau. Sehingga PT PLN terbuai dan menganggap masalah pemadaman bergilir menjadi hal biasa.

Bagaimana dengan slentingan kontrak PLTU ke PLN yang hanya 9 MW dari nilai sebenarnya 10MW, yang menyebabkan berkurangnya pasokan listrik?

“PT PLN Rayon Berau tidak tahu menahu terkait kontrak tersebut. Itu bukan kewenangan saya memberikan jawaban. Semua itu PLN Wilayah yang mengetahui seluk beluknya,” tegas Teguh.

Untuk mengurangi defisit pasokan listrik, DPRD juga berharap agar PLTU Teluk Bayur bisa dioperasikan segera agar mengurangi beban, dan kalaupun ada pemadaman, tidak akan berlangsung lama.

“Pertengahan tahun ini ditargetkan 1 unit mesin di PLTU Teluk Bayur sudah bisa beroperasi,” lanjut Teguh.

BACA JUGA : Diperkirakan Hanya 1 Pembangkit PLTU Teluk Bayur Beroperasi Tahun 2017

Alternatif lain yang bisa dipertimbangkan adalah perealisasian wacana dimana akan kembali diaktifkannya eks KN (Kiani Nusantara-Kertas Nusantara) yang mesinnya bisa menghasilkan listrik hingga 65 MW. Tetapi, hal ini juga tidak bisa langsung dilakukan, karena bahan baku yang digunakan untuk mesin pembangkitnya adalah biomassa. Kalaupun mau dipergunakan dan diaktifkan kembali, bahan bakunya bisa diubah ke batubara.(bnc)