Krisis Air, PDAM Sarankan Tambah Pompa dan Instalasi Khusus

 

TANJUNG REDEB – Menanggapi surat tembusan dari RSUD dr. Abdul Rivai, terkait masalah krisis air, Senin (16/01/2017), DPRD Berau menggelar rapat tertutup. Rapat dilakukan di ruang rapat gabungan gedung DPRD, dipimpin Ketua DPRD Berau Syarifatul Sya'diah, dan dihadiri beberapa anggota dewan, Direktur RSUD dr. Abdul Rivai dr Nurmin Baso, dan Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi.

Dalam rapat tersebut, pihak RSUD mengungkapkan uneg-uneg seputar permasalahan di rumah sakit. Mulai dari krisis air, hingga minimnya anggaran untuk perbaikan alat kesehatan (alkes) yang ada saat ini.

"Selama ini hanya 1 penampungan air yang berfungsi, dan sistem pompa pendorong juga kurang efektif. Sedangkan kebutuhan air di rumah sakit cukup lumayan. Per harinya, jumlah air yang terpakai sebanyak 500 liter per tempat tidur, tidak sebanding dengan jumlah tempat tidur yang ada," ucapnya.

“Itu baru kebutuhan di kamar-kamar pasien saja. Kan RS juga perlu air untuk laundry, memasak, dan lainnya, pastinya jauh dari kata cukup,” imbuhnya.

 

Penampungan yang dibangun 2016 ini, hanya mampu menampung air sebanyak 139 liter. Masih jauh dari pemenuhan kebutuhan air di RS. Diakui Nurmin, RS sempat mengusulkan untuk membuat sumur bor, tapi kualitas air yang dihasilkan ternyata tidak memenuhi syarat layak.

BACA JUGA : Keluarga Pasien Keluhkan Air Tak Mengalir, Direktur PDAM Sidak Ke RSUD dr. Abdul Rivai

Selain kapasitas penampungan, tidak adanya pompa untuk suplai seluruh ruangan, filter air, jalur pembersihan dan pengurasan, hingga jaringan baru dari pipa ke masing-masing ruangan, adalah permasalahan yang dihadapi RS.

Menanggapi hal ini, Direktur PDAM Tirta Segah, Adief Mulyadi memberikan penjelasan. Meskipun tak dapat dipungkiri, untuk permasalahan di RS ini tidak lepas dari sering hidup matinya power supply, yang menyebabkan kurang maksimalnya pendistribusian air.

 

"Sedangkan untuk masalah pompa, bisa diakali dengan mengubah posisi, atau yang lebih bagusnya lagi dengan penambahan pompa pendorong. Tapi, PDAM mengaku belum menerima laporan terkait masalah ini dari RS," ungkapnya.

Selain itu, pembenahan sistem pipa juga bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah kurang lancarnya pendistribusian air dari pipa ke ruangan-ruangan.

Sedangkan untuk persoalan instalasi pipa di RS yang dilakukan oleh PDAM, pihak DPRD menyarankan agar terlebih dahulu hal ini dibicarakan antara pihak terkait, yaitu RSUD dan PDAM. Atau bisa juga dengan mempertimbangkan usulan untuk pembuatan instalasi sendiri khusus RS, agar volume kebutuhan air bisa terpenuhi.(bnc)