Jembatan Tasuk Diapresiasi Ketua DPRD

 

TANJUNG REDEB - Keberadaan jembatan menuju Kampung Tasuk, disambut positif tak hanya warga kampung tersebut. Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diah juga mengungkapkan apresiasinya untuk pembangunan jembatan ini.

"Saya apresiasi PT Berau Coal yang mau membangun jembatan ini, karena dengan adanya akses jalan baru dan jembatan, sangat membantu perekonomian warga Kampung Tasuk juga," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Minggu (15/01/2017).

Menurutnya, pembangunan jembatan ini memang sudah seharusnya menjadi kewajiban perusahaan yang berada di kampung itu.

"Peran CSR (Corporate Social Responsibility) yang utama, karena Kampung Tasuk ini masuk dalam lingkar tambang, jadi sepatutnya mereka (perusahaan tambang-red), membantu peningkatan infrastruktur kampung," katanya.

BACA JUGA : Jembatan Tasuk-Birang Sudah Dibuka Untuk Umum

Dengan akses jalan baru ini, transportasi yang tadinya hanya mengandalkan penyeberangan sungai via ketinting, kini bisa melalui jalur darat. Selain menghemat waktu, juga menghemat pengeluaran lantaran bahan bakar dibeli dari kantong pribadi. Anggap saja jika menyeberang dengan ketinting menghabiskan biaya Rp10 ribu pulang pergi, dengan menggunakan motor dengan bensin 1 liter seharga Rp8 ribu, maka bisa menghemat Rp2 ribu.

"Kendaraan bisa masuk kampung, baik roda dua maupun roda empat, sangat bagus. Dengan begini, kendaraan pengangkut material juga bisa keluar masuk kampung, otomatis pembangunan kampung bisa lebih baik lagi," lanjut Sari (sapaan akrabnya-red).

Jadi, kalau bisa akses jalan memang harus terus ditingkatkan. Terlebih, kata Sari, efek dari blasting juga langsung dirasakan warga. Maka, dengan adanya jembatan dan jalan baru ini, menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan kepada kampung. Selain akses jalan, keberadaan air bersih juga perlu mendapat perhatian.

"Selain peningkatan dan perbaikan akses jalan, PDAM juga perlu mendapatkan perhatian. Karena dari yang saya lihat, warga masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan untuk keperluan minum dan masak, warga membeli dari luar kampung," imbuhnya.

Sari berharap peran perusahaan bisa terus meningkat. Baik melalui infrastruktur maupun pembinaan atau pelatihan-pelatihan warga agar bisa menjadi mandiri.

"Bagaimana perusahaan nantinya bisa memfasilitasi agar Water Treatment Plan (WTP) yang bisa menghasilkan air yang benar-benar higienis, layak dikonsumsi warga kampung. Syukur-syukur kalau sudah ada PDAM kan bisa membantu menjaga kesehatan mereka juga. Dan pastinya air PDAM lebih murah ketimbang beli secara galon atau tandon," tutupnya.(bnc)