Ketua DPRD Berau : Genjot Pertanian dan Perkebunan Kampung Tasuk

 

GUNUNG TABUR – Sabtu (14/01/2017), Ketua DPRD Berau, anggota dewan dan rombongan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur. Kunker kali ini selain memenuhi undangan dari Kepala Kampung, sekaligus menyerap aspirasi warga kampung.

“Kebetulan diundang, sekalian saya juga melihat kondisi Kampung Tasuk, karena baru kali pertama ini juga saya menginjakkan kaki di kampung ini,” ungkap Syarifatul Sya’diah, Ketua DPRD Berau, ketika diwawancarai beraunews.com, di sela-sela kunjungannya.

Tak hanya melihat kondisi kampung, ia juga bertatap muka dengan warga, memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan uneg-unegnya. Berbagai permasalahan diungkapkan beberapa warga yang notabene merupakan kelompok tani di kampung tersebut.

Mulai dari pengadaan bantuan pupuk dan bibit seperti tahun-tahun sebelumnya, peralatan pertanian modern misalnya alat penanam dan pemanen padi, soal irigasi pertanian, prioritas peningkatan jalan Tasuk kurang lebih 9 kilometer, PDAM, hingga bendungan Sungai Talao yang selalu dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) tapi belum terealisasi.

Ya, Kampung Tasuk memang menjadi daerah pertanian dengan penghasil beras yang cukup banyak (sentra beras). Bahkan, warga di sana mengkonsumsi beras hasil pertanian mereka sendiri. Hal inilah yang kemudian menjadi sorotan khusus Sari (sapaan akrab Ketua DPRD ini-red).

“Sayang kalau dilewatkan. Makanya kunker ini sekaligus memberikan motivasi, support bagi para petani untuk bisa terus bercocok tanam, karena bertani memberi prospek yang cukup bagus kedepannya. Apalagi banyak yang berasal dari Pulau Jawa, yang di tempat asalnya tidak dapat bertani akibat keterbatasan lahan. Nah, dengan tinggal di Berau ini ada banyak lahan luas yang bisa digarap. Terlebih dengan adanya bantuan bibit dari dana ADK (Alokasi Dana Kampung-red). Tinggal petaninya saja mau berusaha atau tidak,” lanjutnya.

 

Padahal, menurutnya, kalau petani mau tekun di pertanian dan perkebunan ini, selain dapat mencukupi kebutuhan keluarganya sendiri, juga memiliki nilai lebih. Terlebih di tahun 2017 ini pemerintah pusat juga menggalakkan swasembada beras, jadi diharapkan pertanian ini lebih digenjot, guna menggantikan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak dapat diperbaharui, misalnya hasil tambang.

Untuk permasalahan akses jalan di Kampung Tasuk, Sari juga turut senang lantaran sudah dibukanya jalan darat menuju kampung yang dipimpin oleh Farida itu. Selain makin ramai, warga juga terbantu dari segi transportasi.

“Saya kira wajar kalau warga menginginkan peningkatan akses jalan ini, tapi untuk sementara pemeliharaan jalan ini diharapkan PT Berau Coal bisa membantu terkait hal ini, katakanlah infrastuktur, karena Tasuk masuk dalam desa lingkar tambang milik mereka,” imbuhnya.

Ia berharap nantinya semua permasalahan yang ada diusulkan dalam Musrenbang Kampung, dan kemudian diteruskan ke Musrenbang Kecamatan, agar masalah yang dihadapi warga bisa tersolusikan.

 

Sementara Sarimin, salah satu warga yang juga masuk dalam kelompok tani, mengungkapkan kegembiraannya ketika Ketua DPRD berkenan datang berkunjung. Lantaran, baru kali ini ada Ketua Dewan yang menyambangi kampung mereka secara khusus.

“Saya harap dengan kunjungan beliau (Sari-red), bisa membantu permasalahan warga khususnya petani di sini, misalnya soal plasma kelapa sawit dan pengadaan pupuk,” ucapnya saat menyampaikan uneg-unegnya dihadapan Ketua DPRD dan rombongan.

Dalam pertemuan itu juga, Sari meminta masyarakat menggalakkan budaya konsumsi beras lokal, dan kalau bisa nantinya beras lokal itu bisa dijual keluar Tasuk. Tapi, memang masih harus banyak belajar dari luar daerah, kenapa beras produksi luar lebih tahan lama dan kualitasnya bagus.

“Nanti sambil didampingi PPL dan instansi teknis harus berupaya berinovasi supaya hasil produksinya meningkat, dan kualitas berasnya semakin baik,” katanya.

Selain melakukan tatap muka dengan para petani, Sari dan rombongan juga menyempatkan diri berkeliling kampung, dan melihat kondisi Sekolah Dasar (SD) 013 Gunung Tabur sekaligus menyapa dan memotivasi para siswa, serta dialog dengan guru dan kepala sekolah. Diakuinya, ia miris melihat kondisi sekolah yang sangat minim. Tak hanya ruangan kelas, bahkan untuk aliran listrik hanya sebagian saja yang ada, yaitu koridor kelas.

“Penerangan hanya di luar saja, di teras kelas. Ruangan juga minim, bahkan gudang dan perpustakaan berada di satu ruangan, mudah-mudahan dengan kunjungan dari dewan ini, sekolah ini nantinya bisa lebih baik lagi,” tutur Toniansyah, Kepala Sekolah SD 013 Gunung Tabur.(bnc)