Tak Tepati Janji, Ketua DPRD Sesalkan Pemadaman Bergilir Lagi

TANJUNG REDEB – Pemadaman listrik bergilir yang kembali dilakukan PLN sejak Selasa (10/01/2017), disesalkan Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diah.

Ditemui usai rapat paripurna, Kamis (12/01/2017), di gedung DPRD, perempuan yang akrab disapa Sari ini mengatakan, pemadaman bergilir yang terjadwalkan kurang lebih 25 hari tersebut, semestinya tidak dilakukan. Sebab sesuai dengan janji yang diutarakan PLN pada tahun lalu, pihaknya baru akan melakukan pemeliharaan mesin pada bulan Februari mendatang.

"Seharusnya PLN bisa menepati janjinya, sesuai dengan yang dikatakan sebelumnya. Walaupun janji untuk mendatangkan genset ditepati, tapi untuk pemeliharaan kan harusnya bulan depan," ucapnya.

Pemadaman bergilir yang berlangsung cukup lama ini, dikatakannya cukup meresahkan masyarakat. Terutama bagi mereka yang melakukan pekerjaan atau usaha bergantung pada listrik. Oleh sebab itu, ia meminta PLN agar dapat segera mencari solusi terkait masalah kekurangan daya tersebut.

"Kalau tidak salah hanya 4 Megawatt (MW) yang bisa digunakan saat ini, dan sekitar 7 MW mengalami kerusakan. Masih butuh sekitar 3 MW. Harapan kami, PLN bisa menambah genset lagi untuk menutupi kekurangan yang ada. Entah bagaimana caranya, yang penting bisa tertutupi kekurangan itu," ujarnya.

Jika pihak PLN tidak bisa tanpa melakukan pemadaman, ia meminta agar pemadaman yang dilakukan tidak terlalu lama. Sebab, hal itu menunjukkan kualitas pelayanan PLN kepada masyarakat.

"Kalaupun harus melakukan pemadaman, seharusnya jangan terlalu sering. Karena kasihan masyarakat yang bergantung pada listrik, belum lagi ancaman terhadap barang elektronik yang bisa saja kemudian rusak karena listriknya sering padam," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, rencananya DPRD akan segera mengunjungi PLN untuk meminta kepastian, terkait solusi yang bisa diberikan terhadap persoalan listrik saat ini. Ia juga berharap agar PLN dimasa yang akan datang dapat mengantisipasi sedini mungkin jika terjadi kerusakan terhadap mesin yang ada.

"Kita juga tidak menyalahkan seluruhnya kepada PLN, karena kerusakan itu memang tidak ada yang menginginkan. Tapi semestinya dengan tenaga dan personel yang ada, paling tidak bisa antisipasi sedini mungkin. Sebagai wakil rakyat, kami hanya bisa menyuarakan apa yang dirasa oleh masyarakat kami," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia